BeritaMakassar

Belanja Pakai Uang Palsu, Dua Pelaku di Makassar Dibekuk Polisi

COMPAKSULAWESI.COM, MAKASSAR – Berbelanja menggunakan uang palsu, Muh. Kurniawan, akhirnya dibekuk Polisi, sekitar pukul 02.40 Wita, bertempat di Jl. AR Hakim, Kelurahan Ujung Pandang Baru, Kecamatan Tallo kota Makassar, Minggu (19/11/2017).

Berawal dari informasi warga bahwa ada seorang lelaki berbelanja menggunakan uang palsu, selanjutnya Timsus mendatangi orang tersebut dan melakukan pemeriksaan dikantong celana yang digunakan, terdapat uang palsu sebanyak 12 lembar pecahan Rp. 50.000.

Muh. Kurniawan membawa uang palsu pecahan Rp. 50.000 untuk diedarkan untuk ditukar pada warga yang tidak mengetahui uang palsu tersebut, berasal dari Muh. Risal yang bertempat tinggal di kost daerah Salodong Biringkanaya, kota Makasaar.

Timsus bergerak ke Salodong ke rumah kost Muh. Risal, setibanya di rumah kost langsung mengamankan Muh Risal dan melakukan penggeledahan. Ditemukan printer Canon, kertas HVS sinar dunia, uang cetakan baru pecahan Rp. 20.000 sebanyak 2 lembar, pecahan Rp. 50.000 sebanyak 2 lembar.

Menurut keterangan Kapolsek Tallo. Kompol Amrin AT, saat ditemui diruang kerjanya, bahwa berawal dari informasi warga bahwa ada seorang lelaki, Muh. Kurniawan.

“Tidak lama kemudian saya langsung memerintahkan Timsus Polsek Tallo, menuju TKP yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu H. Ramli Jr bersama Panit II Reskrim Ipda Muhiddin telah mengamankan 2 orang lelaki terkait peredaran uang palsu, peranan pelaku, Muh. Rizal (33), peranannya pencetak dan pemilik, pembuat uang palsu, sedangkan Muh. Kurniawan alias Mungkar (22), Muh. Jufri X No. 25, peranannya pengedar uang palsu,” ungkapnya.

Amrin menambahkan bahwa, Muh. Rizal, Jl. Salodong Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, pemilik printer Canon Pixma MP278 pemilik kertas HVS sinar dunia terdapat uang palsu pecahan Rp.50.000 sebanyak 2 Lembar, Rp.20.000 sebanyak 2 Lembar.

Sementara barang bukti yang diamankan 1 buah printer Canon Pixma MP 278, 1 bungkus sampul kertas HVS, 12 lembar uang palsu pecahan Rp. 50.000, 2 lembar uang palsu pecahan Rp. 20.000.

“Kini kedua pelaku bersama barang bukti yang ditemukan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tambahnya.

Kepada tersangka dijerat dengan pasal 36 ayat (3), undang-undang No. 7 tahun 2011, tentang mata uang, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun, atau denda paling banyak Rp 50.000.000.

Penulis: Andhis | Editor: Elis

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close