Hukum & KriminalSerba Serbi

Perempuan Berbaju Biru ditemukan Tak Bernyawa Ketika Hendak ke Kampus

COMPAKSULAWESI.COM – TANA TORAJA – Penemuan mayat perempuan Martina Marni diduga pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban, sekitar pukul 20.30 Wita bertempat RT  To’ Batu, Marrang Kelurahan Tampo Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja,Selasa. (19/12/2017)

Jasad korban ditemukan pertama kali oleh dua orang laki – laki bernama Medi Tandi alias Papa Cika (38) dan Andarias Tappi (35), keduanya beralamat  jalan Marrang Kelurahan Tampo Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja.

Berdasarkan keterangan para saksi, sekitar pukul 07.00 Wita korban meninggalkan rumah setelah ditelpon oleh teman korban Perempuan  Resti, alamat Minanga kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja dan mereka janjian akan bertemu di perempatan Pesantren Ge’tengan untuk sama – sama berangakat ke UKI Toraja, ketika Resti menunggu korban tanpa ada kabar dan belum juga datang, sehingga Resti menghubungi korban via WhatsApp (WA), Namun handphone korban tidak aktif, setelah itu RESTI pergi mencari korban di Kampus UKI Toraja, namun tidak ditemukan juga.

Kemudian sekitar pukul 17.00 Wita, Resti kembali mencari korban dirumahnya, namun menurut pihak keluarganya bahwa korban sudah meninggalkan rumah sejak pagi dan belum kembali kerumah, sehingga orang tua korban merasa gelisah dan menghubungi pihak keluarganya yang lain untuk mencari tahu keberadaan korban.

Kemudian pada pukul 20.00 Wita, Pihak keluarga korban melakukan upaya pencarian terhadap korban dengan cara menyisir jalan yang sering dilalui oleh korban menuju ke Kampus dengan berjalan kaki. Akhirnya, pihak keluarga menemukan korban dalam semak – semak dengan tertutup ranting dan daun – daun dan hanya kelihatan sepatunya, kemudian pihak keluarga menghubungi pihak Kepolisian.

Polres Tana Toraja dan Polsek Mengkendek yang dipimpin Kasat Reskrim dan Kapolsek Mengkendek mendatangi TKP dan melakukan olah TKP mengumpulkan barang bukti dan melakukan dokumentasi serta membawa korban ke RS Lakipadada untuk dilakukan visum et refertum.

Jenazah korban tiba di Rumah Sakit Lakipadada dan dilakukan Visum et refertum oleh dokter. Cargen Lembang dengan hasil visum antara lain korban mengalami kekerasan.

Ciri – ciri korban memakai baju warna biru, siglet warna Hitam, BH warna pink, jeans warna hitam, sepatu warna hitam, kaos kaki warna hitam, celana short warna hitam, celana dalam warna biru, gelang karet warna warna hitam ditangan tangan dan gelang karet warna kuning ditangan kiri.

Tubuh korban sudah dalam keadaan kaku dan dibelakang tubuh korban terdapat lebam dan mata kanan dan kiri terdapat kotoran berwarna coklat, juga pada kedua lubang hidung tersumbat oleh kotoran.

serta terdapat bercak darah pada hidung, mulut dan pipi kanan korban dan juga dagu terdapat tiga buah lubang kecil berbentuk titik.

Pada bagian tubuh korban, terdapat luka tusuk pada bagian dada dan perut sebanyak 7 tusukan benda tajam dengan ukuran antara lain 4,5 cm x 2 cm, 2 cm x 0,5 cm, 1 cm, 3 cm, 2,5 cm, 2 cm dan 2,5 cm, luka tusuk pada perut kanan sebanyak 2 tusukan benda tajam dengan ukuran masing – masing 2,5 cm, luka robek pada telapak tangan kiri ukuran 5 x 1 cm, pada kelingking 2 x 0,5 cm, pada ibu jari 1,5 cm, luka robek pada jari manis tangan kanan 1,5 cm, jari tengah 1 cm dan jari telunjuk 2,5 cm, luka robek pada kaki kiri 4 x 1 cm dengan kedalaman 1cm, luka robek pada betis kiri 1,5 cm, luka robek pada lutut kanan 4 x 1 cm, luka lecet pada punggung kanan 1 cm, pada vagina tidak ditemukan adanya tanda – tanda kekerasan (Cairan tidak ada).

Selanjutnya pada pukul 02.15 Wita jenazah dibawa oleh pihak keluarga ke rumah duka di Marrang Kelurahan Tampo Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja untuk disemayamkan.

Diperkirakan meninggalnya korban karena akibat tindak pidana pembunuhan, Namun pelaku dan motif pelaku melakukan pembunuhan tersebut masih dalam penyelidikan.

Kombes Pol. Dicky Sondani, saat di konfirmasi mengatakan bahwa Martina Marni merupakan korban pembunuhan dan masih dilakukan penyelidikan sementara motif pembunuhan juga belum diketahui penyebabnya sehingga Martina Marni  berusia 21 tahun dibunuh.

Kabid Humas Polda Sulsel menambahkan, sementara ini barang bukti yang diamankan berupa pakaian korban, tas milik korban yang berisi kartu BPJS, KTP, ATM BRI, Kartu Mahasiswa, Foto, dan dompet berisi uang Rp. 2.000,-, ranting dan daun – daun pepohonan yang dipakai menutupi korban, pipet air mineral dan pembungkusnya (ditemukan di TKP) sementara hanphone korban tidak ditemukan (hilang) dan pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan outopsi terhadap korban.

 

 

Penulis : Andhis || Editor : Elis

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close