Nasional

Putri Syaukani Sebut Erwin Aksa Terlibat Korupsi TPPU

COMPAKSULAWESI.COM – JAKARTA,- Tersangka Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif, Rita Widyasari, menyeret nama pengusaha Erwin Aksa dalam kasus yang menjeratnya. Keponakan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla itu disebut-sebut soal kepemilikan helikopter yang tengah disidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Usai menjalani pemeriksaan, Rita membantah kepemilikan helikopter tersebut. Dengan tegas Rita menyebut jika helikopter itu milik Erwin Aksa yang sempat masuk dalam tim pemenangan Anis-Sandi.

“Itu punya Pak Erwin Aksa. Kemarin waktu saya diperiksa sebelumnya saya ditanyakan terkait TPPU saya itu termasuk heli ga? Enggak katanya karena orangnya Pak Erwin Aksa sudah disusuri bahwa itu bukan punya saya,” kata Rita di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, (30/1/2018).

Ketua DPD Golkar Kaltim itu mengakui, memiliki landasan helikopter atau helipad peninggalan almarhum ayahnya, Syaukani Hasan Rais.‎ Menurut Rita, heli itu diparkir di landasan tersebut.

“Karena helinya diparkir di tempat saya,” kata Rita.

“Itu punya bosowa. Bosowa itu kalau parkir di bandara itu bayar 500 juta sebulan. Karena bapak saya punya helipad makanya diparkir di tempat saya,” beber Rita.

Rita pun mengakui, pernah menggunakan helikopter tersebut. Namun, Rita tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk menyewa helikopter itu. Dia hanya cukup membayar pilot dan bahan bakar.

Pada kesempatan itu, Rita menepis mendapat jatah dari jasa helipad helikopter tersebut.

“Bukan. Bayarnya ke perusahaan sana. Jadi enggak ke saya,” pungkas Rita.

KPK disinyalir sedang mendalami kepemilikan helikopter ‎Rita, yang diduga bagian dari hasil gratifikasi. Dugaan itu muncul lantaran penyidik KPK beberapa waktu lalu memeriksa pejabat Kementerian Perhubungan di bidang perhubungan udara, Kus Handono.

KPK menetapkan Rita dalam tiga perkara rasuah. Pertama, Rita dan Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB) Khairudin ditetapkan sebagai tersangka TPPU. Keduanya diduga telah menerima Rp436 miliar yang merupakan fee proyek, fee perizinan, dan fee pengadaan lelang barang dan jasa dari APBD selama menjabat sebagai Bupati Kukar.

Kedua, Rita dan Khairudin juga ditetapkan sebagai tersangka suap bersama dengan Direktur Utama PT Sawit Golden Prima, Hery Susanto Gun alias Abun. Rita diduga menerima suap sebesar Rp6 miliar dari Abun terkait pemberian izin operasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit PT Sawit Golden Prima di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman.

Kemudian ketiga, Rita dan Khairudin ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi. Rita bersama Khairudin diduga menerima uang sekitar Rp6,97 miliar terkait dengan sejumlah proyek di Kabupaten Kukar.

Selain penetapan tersangka, KPK juga menyita sejumlah aset milik Rita. Aset yang disita terdiri dari mobil Toyota Vellfire, Ford Everest, dan Land Cruiser hingga dua unit apartemen di Balikpapan, Kalimantan Timur.

 

Editor : Elis 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close