Ekonomi & Bisnis

Parepare, Bone dan Bulukumba Penyumbang Inflasi Tertinggi di Sulsel

COMPAKSULAWESI.COM – MAKASSAR – Tekanan Inflasi Sulsel pada Januari 2018 menurun dibanding bulan sebelumnya. Inflasi Sulsel pada bulan Januari 2018 tercatat 0,81% (mtm) mengalami penurunan dibanding bulan Desember (1,04%, mtm). Meskipun lebih tinggi dari Nasional (0,62%, mtm), inflasi Sulsel pada bulan Januari 2018 lebih rendah bulan yang sama pada tahun sebelumnya.

Secara tahunan, Inflasi Sulsel pada Januari 2018 didorong oleh kenaikan kelompok Administered Price (8,32%, yoy) dan Volatile Foods (3,59%, yoy). Sementara kelompok core, relatif stabil bahkan cenderung menurun, kata Amanlison Sembiring selaku Direktur Bank Indonesia Sulsel, Kamis (8/2).

Secara spasial, inflasi tertinggi di Sulsel terjadi di Kota Parepare (1,38%; mtm), diikuti Watampone (1,28%, mtm), Bulukumba (1,31%, mtm), Palopo (1,25%, mtm), dan Makassar (0,67%; mtm). Dengan perkembangan IHK tersebut, inflasi Sulsel secara tahunan tercatat sebesar 4,11% (yoy), lebih tinggi daripada inflasi Nasional yang tercatat 3,25% (yoy), Imbuhnya.

Inflasi Sulsel pada Januari 2018 terutama didorong oleh kenaikan harga bahan makanan (2,63%, mtm) diikuti kelompok perumahan, air, gas, dan bahan bakar (0,45%, mtm). Meskipun secara umum mengalami inflasi, namun terdapat kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan (-0,09%, mtm) dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga (-0,09%, mtm).

Ditegaskan Amanlison, bahwa andil terbesar inflasi Sulsel pada Januari 2018 berasal dari Komoditas Beras (0,25%, mtm), diikuti Cabe Rawit (0,12%, mtm), Upah Tukang Bukan Mandor (0,09%, mtm), Tomat Buah (0,07%, mtm) dan Daging Ayam Ras (0,03%, mtm).

Inflasi Beras tersebut seiring dengan periode masa tanam di beberapa daerah dan diperkirakan panen akan dimulai pertengahan Februari dengan panen raya di Maret 2017. Sementara itu, kenaikan komoditas pangan lainnya seperti cabai rawit dan tomat buah lebih banyak disebabkan oleh faktor cuaca, bebernya.

Ke depan Inflasi akan diarahkan berada dalam kisaran sasaran inflasi tahun 2018, yaitu 3,5%±1%. TPID akan terus melakukan penguatan koordinasi serta melaksanakan langkah/upaya pengendalian inflasi antara lain :

1. Kerjasama dengan BMKG untuk penentuan pola tanam dan panen komoditas utama penyumbang inflasi terutama Bandeng melalui pemanfaatan informasi cuaca/iklim dari BMKG.

2. Mendorong peran PD Pasar dalam menjaga ketersediaan pasokan melalui kerjasama dalam jaringan pasar.

3. Rapat Koordinasi yang lebih intensif dan Nongki Pengendalian Inflasi dengan Pemkot Makassar rutin setiap dua minggu atau sewaktu-waktu apabila diperlukan.

4. Mendorong adanya pasar penyeimbang untuk komoditi tertentu dalm rangka menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga.

 

Editor : Elis

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button