Ekonomi & BisnisSerba Serbi

BI Kendalikan Laju Inflasi Melalui Program Nongki

COMPAKSULAWESI.COM – MAKASSAR – Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan februari mengalami penurunan. Bulan Januari lalu IKK sebesar 125,9 menurun menjadi 122,7, meski demikian tetap dilevel optimis. Hal ini di sampaikan oleh Bambang Kusmiarso Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan.

Optimisme tersebut di dorong oleh Indeks Ekspentasi Komsumsi (IEK) tercatat 132,6. Terutama di sebabkan oleh peningkatan ekspetasi penghasilan dalam 6 bulan kedepan. Untuk Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) saat ini sebesar 112,9 dan didorong dengan kesedian tenaga kerja saat ini.

Dalam data diperoleh COMPAKSULAWESI.COM inflasi Sulsel pada bulan februari 0,23% (mtm) mengalami penurunan dibanding bulan januari 0,81% (mtm), walau begitu lebih tinggi dari nasional sebesar 0,17 (mtm). Inflansi Sulsel bulan februari di tahun ini lebih rendah dibanding februari pada tahun 2017 lalu.

Secara spasial inflansi bulanan tertinggi di Sulawesi Selatan terjadi di daerah Palopo 0,58% (mtm), di ikuti Bulukumba 0,46% (mtm), Watampone 0,39% (mtm), Makassar 0,20% (mtm) dan terakhir Pare-Pare 0,05% (mtm). Inflansi Sulsel secara tahun kalender dan tahun masing-masing 1,04% (ytd) dan 3,57% (yoy) lebih tinggi daripada inflansi nasional 0,79% (ytd) dan 3,18% (yoy).

“Meski mengalami penurunan inflasi di bulan februari ini ekonomi di wilayah Sulawesi Selatan tidak perlu di khawatirkan”, jelas Bambang Kusmiarso.

Penyebab penurunan inflasi Sulsel di bulan februari didorong dengan kenaikan pada kelompok bahan makanan 0,76% (mtm), kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,37% (mtm). Disisi lain ada beberapa kelompok mengalami deflasi seperti kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan -0,22% (mtm) sedangkan sandang -0,07% (mtm).

Komuditas yang memberi andil besar terhadap inflasi di Sulsel pada bulan februari ini yaitu, komuditas beras 0,09% (mtm), ikan cakalang 0,04% (mtm), ikan Bandeng 0,04% (mtm), cabai merah 0,03% (mtm) serta rokok putih 0,03% (mtm). Sementara itu beberapa komuditas juga memberi andil terhadap deflasi antara lain komuditas angkutan udara -0,09% (mtm), bahan bakar rumah tangga -0,04% (mtm) daging ayam ras -0,04% (mtm), pisang 0,02% (mtm) juga sawi hijau -0,02% (mtm).

Lebih lanjut Bambang Kusmiarso menjelaskan, untuk memantau inflasi serta pengendalianya. Bank Indonesia (BI) telah melaksanakan program Nongki (Nongkrong ki).

“Program ini melibatkan segala pihak dan dinas-dinas terkait yang ada di Sulawesi Selatan seperti Dinas Perikanan, Dinas pertanian, Dinas perhubungan dan masih banyak lagi”, terangnya.

Untuk kedepan BI wilayah provinsi Sulawesi Selatan akan menargetkan inflasi sebesar 3,5% kurang lebih naik 1%. TPID akan terus melakukan penguatan kordinasi hingga ke level kabupaten atau kota juga melakukan upaya pengendalian inflasi dengan cara pemanfaattan sarana komunikasi untuk pemantauan perkembangan harga dan pasokan sebagai indikator early warning sistem dalam menentukan langkah inflasi.

 

Penulis : Nurul 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close