Ekonomi & Bisnis

Bambang Kusmiarso : 63 Pesantren Dari Aceh – Papua Jalin Kerjasama dengan BI

COMPAKSULAWESI.COM – MAKASSAR –Bank Indonesia (BI) sudah menjalin hubungan kerjasama dengan 63 pondok pesantren. Hal ini diungkapkan Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) beberapa waktu lalu saat penanda tanganan program kerjasama kemandirian ekonomi pondok pesantren (27/03).

“Kerja sama ini kita jalin mulai dari Aceh hingga Papua. Pokok-pokok kesepakatan programnya untuk kemandirian ekonomi pesantren”, ujar Bambang.

Bambang sendiri berpendapat, penandatanganan ini merupakan perwujudan komitmen dan bentuk kesungguhan BI untuk ikut serta menjadi bagian dari pengembangan pesantren. Selain itu, memberikan bukti nyata telah terciptanya sinergi positif antara BI dan pesantren.

“Ruang lingkup keseluruhan kesepakatan ini meliputti seluruh aspek yang berkenan dengan upaya atau program pengembangan kemandirian ekonomi pesantren yang dapat direallisasikan melalui pemberian teknis, baik dalam bentuk pelatihan pendamping maupun fasilitas/kordinasi”, jelasnya.

Bambang menjelaskan, dalam menyukseskan program kemandirian ekonomi pesantren. Ada beberapa langkah pengembangan yang dilakukan pihal BI, diantaranya pembentukan holding pesantren, kerja sama dengan puluhan pesantren, perkuat kualitas manajemen bisnis, latih penyusunan laporan keuangan sesuai standar laporan keungan pesantren, optimal keluarga besar pesantren. Mulai dari pengurus santri, alumni, hingga masyarakat sekitar.

Dengan membangun kemandirian ekonomi pesantren antara BI dan pesantren bertujuan. Antara lain tujuan kerja sama BI-Ponpes mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren, komitmen dan bentuk kesungguhan BI untuk pengembangan pesantren Indonesia, bukti nyata terciptanya sinergi positif antara BI dan Pesantren, Pengembangan kemandirian ekonomi pesantren melalui pelatihan dan pendampingan.

Bambang Kusmiarso, mengharapkan program pengembangan kemandirian pesantren ini tidak hanya dilakukan oleh pesantren dan BI.

“Semakin banyak pihak yang terlibat dalam pengembangan ekonomi pesantren, apabila dijalankan dengan sinergi yang tertata, maka tertentu dapat memberika manfaat yang semakin baik”, katanya.

 

Penulis : Nurul 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close