Ekonomi & Bisnis

Inflasi Triwulan I Mengalami Penurunan

COMPAKSULAWESI.COM –MAKASSAR –– Insflasi pada triwulan I 2018 diperkirakan lebih rendah dari triwulan yang sama tahun sebelumnya, karena terdapat setidaknya empat faktor pendorong utama. Pertama, based effect dari inflasi administered price”. Hal itu disampaikan langsung Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan Bambang Kusmiarso.

Lebih lanjut Bambang Kusmiarso faktor pertama menyebabkan inflasi. Dengan di kabulkannya keputusan Mahkamah Agung terkait penghapusan biaya STNK sehingga berimbas pada inflasi.

“Hal ini berdampak pada potensi inflasi administrated price akan deflasi di tengah tekanan angkutan udara dan cukai rokok yang minimal”, Jelas laki-laki berkaca mata tersebut pada kegiatan “Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keunggulan Regional” di ruang Phinisi 2, Hotel Grand Clarion, Jl AP Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (4/3/2018).

Faktor ketiga hasil panen terjadi di akhir bulan februari sampai petengahan april. Akibatnya menormalisasi harga bahan pangan di pasaran khususnya untuk beras.

Faktor terakhir, penyesuaian harga jual korporasi pada kelompok inti yang sudah dilakukan di bulan Januari relatid lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sejalan dengan terjaganya insflasi volatilitas nilai tukar.

Meski Inflansi di Provinsi Sulawesi Selatan naik, namun masih berada pada sasaran 4±1 persen yang ditetapkan pemerintah. Diketahui tahun 2017 sebesar 4,44 persen (yoy) lebih tinggi dari tahun 2016 2,94 persen (yoy).

Inflasi pada tahun 2017 terutama bersumber dari tekanan harga yang dikendalikan pemerintah (adminstered price). Adapun inflasi pada kelompok harga pangan bergejolak cenderung stabil.

 

Penulis : Nurul 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close