Pendidikan

Lulusan TK & SD Sekolah Yayasan Amanah Inayah Dinilai Jenius

COMPAKSULAWESI.COM – MAKASSAR – Di luar kebiasaan kebanyakan orang, ada segelintir dapat mengenali sesuatu dengan cara berbeda. Hal ini terjadi akibat munculnya sebuah metode baru di bawah naungan kesadaran manusia. Taktik mengenal dunia nyata tanpa menggunakan indera mata kini dapat dilakukan melalui aktivitas otak tengah yang bersinergi dengan ketiga otak manusia, Kamis, 12 April 2018.

Sepanjang abad, keberadaan materi hanya ditebak melalui penginderaan mata. Hal ini terjadi lantaran manusia kehilangan metode untuk mengaktivasi ketiga anugerah termahal manusia tersebut.

Kehadiran Sekolah Inklusi Quantum Brain dibawah naungan Yayasan Amanah Inayah dengan aktivasi otak tengah di bawah bimbingan dr H Yusuf Bachmid, Sp.M, hadir untuk memberikan cara cepat dan tepat untuk membuat anak rajin, mandiri, cerdas dan jenius.

Quantum Brain sendiri dibentuk pada tahun 2008 sedangkan Sekolah Inklusi Quantum Brain tahun 2013. Dengan metode atau cara tersendiri dari dr H Yusuf Bachmid, Sp.M, hampir semua dari 40 anak-anak yang mengikuti bimbingan dapat mengaktifkan otak tengahnya.

Salah seorang anak, Sukma (12) yang baru dua jam mengikuti metode quantum brain stimulation ini langsung dapat mengenali warna dan tulisan dengan mata tertutup usai di terapi. Sukma dapat mengenali warna dengan penciuman dan mengenali tulisan dengan meraba.

“Ini terjadi karena benda itu kan materi dan materi itu punya atom. Di dalam atom ada energi. Energi itu adalah tenaga dan pasti ada yang dipancarkan. Nah otak kita kan tidak menggunakan mata tapi menggunakan energinya jadi dengan begitu maka terjadi komunikasi antara energi benda atau materi yang mengandung atom tersebut dan otak,”tandas dr H Yusuf Bachmid, Sp.M dilokasi sekolah Yayasan Amanah Inayah di Kompleks Alauddin Bisnis Center, jalan Alauddin Raya no 78, Kota Makassar, Rabu, 11 April 2018.

Diceritakan lebih jauh, berangkat dari hal ini maka si anak dapat mengidentifikasi sesuatu tanpa mata tapi melalui sinergi pendengaran, perasaan atau penciumannya. Kenapa ?, karena warna dan tulisan itu adalah energi dan otak juga energi yang pada intinya anak bukan diajarkan pintar namun anak dididik menjadi anak yang jenius.

Sebelumnya, peserta angkatan pertama Quantum Brain Stimulation Azrania Fatima (13), ia mampu dengan mudah menghafal empat juz Al Quran dalam waktu satu bulan setelah mengikuti aktivasi otak tengah.

Untuk mencapai kondisi tersebut, dr H Yusuf Bachmid, Sp.M memberi metode awal kepada anak-anak dengan cara sederhana yakni dengan membuat anak-anak senang. Caranya dengan menyanyi, joget-jogetan, nonton film motivasi, bikin yel yel, dan memberikan motivasi kepada anak-anak agar pikiran mereka bisa terbuka.

Yusuf menganjurkan agar anak-anak diberi kesempatan untuk bermain.

“Kita harus menghargai kemauan anak-anak untuk mendapatkan kesenangan atas kegemarannya dan jangan ditekan serta tidak memberikan materi pelajaran kepada anak-anak terlalu lama,”katanya.

Anak-anak tidak boleh dipaksa dan mereka harus dibiarkan bermain. Kalau anak-anak suka main bola maka harus diberikan kesempatan main bola. Kalau anak suka bulu tangkis maka mereka harus diberi kesempatan untuk itu.

Kemauan bermain dan belajar harus diseimbangkan buat anak- anak. Belajar setengah dan bermain setengah. Dengan kondisi tersebut maka secara otomatis sel-sel anak-anak bisa terbangun dan aktif.

Aktivasi otak tengah di bawah naungan Quantum Brain Stimulation bertujuan memberi beberapa keunggulan antara lain Meningkatkan kemampuan mengingat/memori, meningkatkan konsentrasi, menjadi lebih kreatif dan intuitif, mempertajam bakat dan kestabilan emosi, mengembangkan hormon dan kesehatan, menyeimbangkan fungsi otak

Quantum Brain Stimulation angkatan pertama sudah dilaksanakan, tanggal 2 dan 3 April 2011, lalu.

“Biaya pelatihannya Rp 2.000.000/ anak. Peserta terbatas hanya 20 anak, tapi tiap pelaksanaan pesertanya selalu over load sehingga 30 anak,”ujarnya.

Dirinya juga menambahkan, pada Tahun 2013 membuat sekolah sendiri. Dimana anak-anak tidur lalu di stimulasi.

“Untuk sekolah dibuat menyenangkan suasananya dan disediakan makan disekolah mandi sambil menunggu orang tua. Jadi sekolah dibuat menjadi menyenangkan. Disini tidak ada PR semua dikerjakan disekolah. Disini harus semangat. Konsep sekolah seperti di Finlandia, dimana mereka dibuat enjoy. Anak berkebutuhan khusus diajarkan bermain namun perlu di therapy. Autis, Down Sindrom, fashion delay. Lalu mempraktekkannya,”tambahnya

“Kita tidak membuat anak pintar tapi anak yang jenius. Anak yang dibully biasanya terjadi disekolah sama seniornya. Jadi bagaimana anak tersebut merubah dengan lebih memperkuat mental. Jadi kita therapy supaya anak tersebut berpikir positif dan melatih kesabarannya. Dan kita bisa membuat seniornya itu berubah menjadi baik melalui energi positif yang dikeluarkan oleh anak yang dilatih disini,”lanjutnya

Biasanya therapy khusus untuk anak Autis dilakukan hanya beberapa jam. Disini Full Day soalnya untuk beradaptasi perlu. Ada Therapys dan Asisten Therapys. Anak normal satu kelas lima Orang dengan satu guru. Kalau anak berkebutuhan khusus ditangani dua orang guru. Anak TK kelas satu dua SD. Ada 40 orang. Masing-masing 20 orang berkebutuhan khusus dengan kondisi yang berat, sedang dan ringan. Dia punya makanan khusus dan ada 20 orang normal.

“Kita bukan hanya therapy fisik tapi juga therapy otak dengan stimulasi yang diberikan suara musik khusus untuk therapy. Untuk tenaga pengajar ada sekitar 20 orang. Untuk pendidikan anak Autis dari PLB UNM pendidikan Luar Biasa,”jelasnya

dr H Yusuf Bachmid Sp.M merasa senang kalau ada kerja sama dengan pihak swasta atau pemerintah. Sebab sekolah yang dikelolanya memiliki tenaga Psikologi dan lainnya. Dimana murid non muslim tidak ada mengaji namun langsung ke kelas.

 

Penulis : Andhis

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close