Ekonomi & BisnisNasional

Ekonom UI Sebut Pilkada Memicu Lambannya Pertumbuhan Ekonomi Kwartal I

COMPAKSULAWESI.COM – BANDUNG – Ekonom Universitas Indonesia (UI) Lana Soelistianingsih menyebut Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) Serentak 2018 dapat menghambat pembangunan ekonomi daerah. salah satu faktornya adalah apabila petahana maju lagi sebagai calon kepala daerah dan melakukan cuti kampanye.

Selain petahana cuti, Lana juga menyebut tiga hal yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi yaitu pertama daya beli masyarakat ekonomi menengah kebawah stagnan, kedua adanya pelemahan peran perbankan dalam pembiayaan rumah tangga sebesar 56 persen, dan ketiga faktor digitalisasi ekonomi dapat memicu laju pertumbuhan ekonomi dikwartal pertama melambat.

Khusus Cuti petahana, menurut Lana sudah sesuai dengan ketentuan Undang – undang Pasal 016 tentang Pilkada. sebab dikondisi tertentu incumbent tidak dibolehkan melakukan kebijakan-kebijakan strategis dan kegiatan pembangunan, demikian juga untuk Kepala Daerah Terpilih (Hasil Pilkada) ditengarai membutuhkan waktu untuk memulihkan roda pemerintahan pasca menjalani proses pilkada.

“Cuti Petahana dapat mempengaruhi kebijakan roda pemerintahan dan diprediksi pertumbuhan ekonomi melambat. terlebih pada kebijakan pembangunan objek – objek pemerintahan bila mengalami penundaan”, tegas Lana di Hotel The Papandayan, Jalan Gatot Subroto Bandung, Jum’at malam (28/4/2018).

Besar harapan, Pelaksana Tugas Kepala Daerah dapat bekerja seoptimal mungkin pada kwartal kedua di tahun 2018 soalnya anggaran APBD dan APBN telah rampung dan siap dikucurkan, tutur
Ekonom PT Samuel Aset Manajemen.

Ketika Lana ditanya soal pertumbuhan ekonomi akan tumbuh sebesar 5,4% selama tahun 2018 atau mengalami stagnan.

“Tentunya, Pemerintah harus segera berbenah dalam menghadapi tantangan dengan memanfaatkan moment – moment di kwartal kedua semisal bulan suci ramadhan dibulan mei hingga juni. kita juga berharap konsumsi rumah tangga meningkat sehingga dapat menopang laju pertumbuhan ekonomi”, pungkas Lana.

Penulis : Didit 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close