MakassarPolitik

Try Out SBMPTN PDIP Makassar diikuti 463 Peserta

COMPAKSULAWESI.COM – MAKASSAR – Mencerdaskan kehidupan bangsa tidak hanya sebagai salah satu tuhuan bernegara. ini merupakan amanat konstitusi bagi seluruh warga Indonesia. atas amanat mencerdaskan kehidupan bangsa inilah, PDI Perjuangan meletakkan perjuangan politik sebagai upaya memerdekan manusia Indonesia agar terbebaskan dari seluruh belenggu penjajahan. Upaya ini secara efektif hanya bisa dilakukan melalui jalur pendidikan.

Pendidikan budi pekerti, pendidikan yang meningkatkan kecakapan manusia yang berdaulat, berdikari dan berkepribadian, serta pendidikan selaras dengan penghidupan dan kehidupan bangsa, ini adalah sekelumit sambutan Ibu Megawati Soekarnoputri ada acara sambutan Tryout SBMPTN, melalui video yang ditayangkan pada saat pelaksanaan acara pembukaan Tryout di halaman DPC PDI Perjuangan Kota Makassar. Minggu (29/04/2018).

Pelaksanaa Tryout ini, diikuti sebanyak 463 peserta dan dibuka oleh H. Irhamsyah Gaffar Wakabid Pemuda Olahraga DPD.

Pada sambutannya, H. Ilo sapaan akrabnya mengatakan “PDI Perjuangan memfasilitasi para siswa SLTA/Sederajat dalam menghadapi SBMPTN dengan diberikan dan disajikan  materi Tryout, materi modul, mulai soal ujian, modul penyelesaian sampai profil setiap Perguruan Tinggi Negeri terbaik yang diinginkan, ujarnya.

Sementara H. Bahar Machmud menyambut baik kedatangan para peserta dengan memberikan motivasi dan apresiasi sehingga kelak nantinya mengerjakan soal ujian SBMPTN lancar dan berhasil lulus di perguruan tinggi yang diidolakan.

Selain dihadiri pengurus DPD seperti H. Irhamsyah Gaffar juga hadir Nikolaus Beny, nampak pula Ketua DPC H. Bahar Machmud, Sekretaris Mesakh Raymond Rantepadang, Raisuljaiz, Harri Sabrang, Vivin Sukmasari, Syamsuddin Badabi, Syamsuddin Puka, Galmeriar Kondorura, juga dihadiri pengurus PAC Tamalanrea, Tallo dan Manggala.

Editor : Didit

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close