Ekonomi & Bisnis

Batik Air, Pesawat Komersil Pertama Mendarat di Bandara International Kertajati

COMPAKSULAWESI.COM – MAKASSAR – Maskapai penerbangan Lion Air Group melalui anak perusahaannya pesawat Batik Air menjadi pesawat pertama yang melakukan pendaratan di Bandara International Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka, Jawa Barat, Kamis (24/5).

Dikutip dari akun instagram Lionairgroup, Pendaratan Batik Air ini disebut Historical Flight sebagai tanda dibukanya penerbangan penerbangan komersil dibandara tersebut. setelah pesawat kepresidenan melakukan pendaratan pertama dibandara ini dihari yang sama.

Pesawat Airbus A320 mendarat pada pukul 16.15 wib, setelah melakukan penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Dengan membawa rombongan Kepala Daerah di Majalengka.

Menurut rencana, BIJB Kertajati Majalengka akan melayani lima rute mudik pertama yang dimulai pada 5 juni mendatang yakni Medan, Surabaya, Bali, Makassar, dan Balikpapan.

Kabar baik dibukanya BIJB Kertajati Majalengka berhembus ketelinga manajemen PT AirAsia Indonesia Tbk, bahkan melakukan kajian untuk membuka penerbangan di Bandara Internasional Jawa Barat atau yang juga dikenal dengan Kertajati.

Dikutip dari situs cnbcindonesia.com, CEO AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan mengatakan konektivitas dari dan ke bandara yang terletak di Majalengka itu menjadi pertimbangan utama perseroan.

“Dari tim kami sudah beberapa kali ke sana, kualitas memang memadai, tapi yang paling penting konektivitasnya. Kertajati itu jauh dari mana-mana, ke Bandung pakai tol itu 80 kilometer,” ujar Dendy, Kamis (24/5/2018).

Menurutnya, apabila konektivitas dari bandara baru tersebut sangat memadai salah satunya dengan ketersediaan transportasi yang cepat dan akurat maka AirAsia tak ragu untuk beroperasi di sana.

Dendy mengatakan jarak antara bandara Kertajati dengan kota-kota utama lainnya masih dinilai tidak efisien, mengingat para penumpang pesawat dapat terlambat dengan jangkauan perjalanan ke bandara Kertajati yang jauh terutama dalam mengejar penerbangan di pagi hari.

“Bandara KLIA di Malaysia itu jaraknya 72 km dari pusat Kuala Lumpur, tapi mereka ada kereta yang menjamin 28 menit sampai bandara. Makanya kami lihat dari realibility tersebut, sedangkan Kertajati connection ke airport dengan kota terdekat hanya toll road jadinya realibility untuk on time juga rendah,” tambah Dendy.

Dirinya menambahkan, jika konektivitas terutama transportasi yang maksimal bisa dimiliki oleh bandara Kertajati, dipastikan berbagai maskapai penerbangan akan berbondong-bondong untuk beroperasi di bandara tersebut.

Sama dengan AirAsia, Garuda Indonesia hingga kini juga menyatakan masih mengkaji kemungkinan untuk beroperasi di Bandara Kertajati. berikut sekilas  video fakta BIJB Kertajati Majalengka :

 

Editor : Didit

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close