NasionalNewsPolitik

Terungkap Sudah Penyebar Hoax “Ambisi Panen di Ladang, Berakhir di Ranjang”

COMPAKSULAWESI.COM – JAKARTA – Setelah simpang siur kabar kebenaran dugaan perselingkungan antara Bupati Pandeglang, Irna Narulita Dimyati, dan salah satu menteri anggota Kabinet Kerja, Amran Sulaiman, melalui judul isu hoax  “Ambisi Panen di Ladang, Berakhir di Ranjang”.

Kini terungkap sudah pelaku penyebar kabar hoax tersebut, mahasiswa asal Purworejo Andi Maghfuri (24) ditetapkan sebagai tersangka.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menjerat Andi dengan Undang-Undang ITE terkait kasus penyebaran hoaks menyangkut Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Bupati Pandeglang Irna Narulita.

Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan menjelaskan, pengusutan terhadap Andi dilakukan berdasarkan laporan dari kuasa hukum Amran yang dilakukan di Polda Metro Jaya. Laporan tersebut dilakukan pada Minggu (10/6) lalu.

Seusai mendapatkan laporan tersebut, Adi mengatakan tim Cyber Crime Ditreskrimsus langsung melakukan pencarian. ”Yang lapor kuasa hukumnya (Amran) kalau tidak salah Hari Minggu,” tuturnya.

Andi ditangkap di kediamannya di Purworejo pada Senin (11/6) malam. Adi juga mengatakan, penetapan tersangka terhadap Andi telah dilakukan berdasarkan penyidikan laboratorium forensik siber.

Setidaknya polisi pasti melakukan proses penyidikan ini dengan mengedepankan keilmuannya di dalam laboratorium forensik cyber,” ucapnya.

Meski begitu, polisi tak menahan Andi. Adi mengatakan Andi telah berjanji untuk bersikap kooperatif dalam proses hukum serta tidak melarikan diri ataupun menghilangkan barang bukti. Hal tersebut pun menjadi salah satu pertimbangan penyidik.

Andi juga disebut tidak melakukan perlawanan saat penangkapan, dan menjalani pemeriksaan dengan kooperatif dan telah mengakui perbuatannya.

”Dipulangkan karena pertimbangan penyidik bahwa tersangka akan koperatif pada proses pemeriksaan selanjutnya,” tuturnya.

Akun Piyungan Cyber Bukan Otak Penyebar Hoax

Koordinator Nasional Netizen Muhammadiyah Mustofa B Nahrawardaya menduga penangkapan Andi terjadi karena nama Andi tertulis sebagai pemilik akun Piyungan Cyber. Namun, ia mensinyalir pemilik sesungguhnya adalah @kakekdetektif.

Dugaan itu bermula dari perdebatan yang terjadi antara Andi dengan @kakekdetektif yang berlangsung di Twitter.

Setelah perdebatan itu, muncul akun Twitter dengan nama Piyungan Cyber. Namun di halaman utama akun tersebut tertulis nama Andi Maghfuri yang seolah-olah sebagai pemilik dan pengelola akun.

”Setelah itu muncul web namanya Piyungan Cyber. Isinya memfitnah banyak orang salah satunya menyinggung Menteri Pertanian Pak Amran,” ujarnya, seperti dilansir media Suaramerdeka.com

Sumber : Femme.id
Penulis  : Didit

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close