MakassarPemkot Makassar

Kini, 10 SMP di Makassar Nikmati WiFi Gratis Diskominfo

COMPAKSULAWESI.COM – MAKASSAR – Melalui program wifi gratis Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Makassar, sedikitnya 10 sekolah menengah pertama (SMP) di Makassar dapat menikmati wifi gratis.

Diskominfo Makassar dikabarkan telah merampungkan pemasangan fasilitas wifi gratis tersebut, masing-masing di SMPN Negeri 2, SMPN 3, SMPN 7, SMPN 10, SMPN 17, SMPN Negeri 18, SMPN 23, SMPN 29, SMPN 30, serta SMPN 31 Makasssar.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Ade Ismar mengatakan, fasilitas wifi gratis yang disebar ke 10 SMP di Kota Makassar merupakan bantuan dari CSR.

“Sudah terpasang semuami. Pemasangannya itu sudah sejak awal tahun, tapi baru rampung sekitar dua bulan lalu karena pengerjaannya memang agak lama,” katanya, Minggu (8/7/2018).

Lanjutnya, fasilitas wifi gratis yang dipasang di 10 sekolah tersebut memiliki kapasitas 50 Mbps untuk masing-masing sekolah dengan jarak jangkauang sekitar 200 meter. Selain bisa di akses oleh para pelajar, juga bisa di akses oleh masyarakat umum yang berada disekitar lokasi tersebut.

“Kalau aksesnya sampai di luar sekolah itu bisa dipakai juga oleh masyarakat, lagian juga kalau malam kan tidak di pakai sekolah jadi bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Jarak jangkauannya juga lumayan sekitar 200 meter,” ujarnya.

Setelah Rumah Sakit Batua, satu lagi anggaran proyek yang berkurang saat lelang. Ialah belanja jaringan CCTV (kamera pemantau) integrasi yang bernasib sama.

Pagu proyek itu sedianya Rp3,2 miliar. Namun lelang yang ditawarkan dalam Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) hanya Rp1 miliar.

Belanja kawat/faksimili/internet itu telah dilelang sejak 27 Juli 2018. Hingga kini memasuki tahap pengumuman pascakualifikasi.

Saat dikonfirmasi, Kepala Diskominfo Makassar, Ismail Hajiali, mengaku, tak tahu menahu soal berkurangnya anggaran itu. Dia malah terkejut.

“Saya tidak ngerti. Yang bilang penawaran Rp3 M siapa, yanf bilang Rp1 M siapa,” tanya dia kembali,

Dia pun enggan mengomentarinya lebih jauh. “Lebih baik tanya ke LPSE,” imbuh Ismail.

Editor : Didit

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close