Nasional

Kaka Slank Pandu Gerakan Menghadap Ke Laut di Anjungan Pantai Losari

COMPAKSULAWESI.COM – MAKASSAR – Gerakan Pandu Laut Nusantara, Merayakan 73 tahun Indonesia, dilebih dari 76 lokasi pantai dari Aceh sampai Papua diseluruh Indonesia, khusus di Makassar dipusatkan di Anjungan Pantai Losari, Minggu (19/8/2018).

Gerakan Menghadap Laut ini merupakan gerakan kepedulian laut terbesar yang pernah ada di Indonesia yang dilakukan secara sukarela serta melibatkan lebih dari 20.000 orang dipimpin oleh Ibu Susi Pudjiastuti selaku pembina utama Pandu Laut Nusantara yang juga adalah Menteri Kelautan dan Perikanan bersama 341 mitra.

Mitra ini terdiri dari kelompok masyarakat, komunitas masyarakat adat, nelayan, mahasiswa dan kelompok-kelompok pemerhati lingkungan termasuk kelompok swasta pelaku wisata, musisi, seniman, publik figure dan BUMN lainnya, bersama-sama “menghadap laut” dan merawat serta membersihkan pantai-pantai Indonesia.

Di Makassar, elemen masyarakat yang turut berpartisipasi dalam Gerakan Pandu Laut Nusantara ini meliputi : PHRI, PIP Makassar, Almadera Hotel, Claro Hotel, The Rinra Hotel, Aston Hotel, Dalton Hotel, La’riz Hotel, Swiss BelHotel, Swiss Belinn Hotel, Polairud, dan Perbankan.

Kaka Slank didaulat sebagai duta Gerakan Pandu Nusantara di Makassar, dia pun memandu Gerakan Menghadap Ke Laut sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya mengawali kegiatan ini. setelah itu, Kaka Slank menyanyikan lagu hitsnya “Ku Tak Bisa Jauh” diatas perahu phinisi.

Kaka Slank mengaku bangga pada warga Makassar yang telah melakukan bersih – bersih pantai, dan menghimbau agar laut bebas dari sampah. “Menghadap Ke Laut merupakan gerakan bersih – bersih pantai dan kami bangga pada warga Makassar yang telah turut melestarikan laut hingga terbebas dari sampah, ini patut dilestarikan dan dibudayakan”, ujar Kaka Slank.

Sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton/ tahun dimana sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik (sumber; BPS & INAPLAS). Sedangkan Kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 Milyar lembar pertahun = 85.000ton kantong plastik (sumber; BPS & INAPLAS).

32% sampah plastik mengotori lingkungan. (sumber World Economic Forum 2016). Sampah plastik yang masuk ke laut dapat terbelah menjadi partikel-partikel kecil yang disebut microplastics dengan ukuran 0,3 – 5 milimeter. Microplastics ini sangat mudah dikonsumsi oleh hewan-hewan laut.

Pembina utama Pandu Laut Nusantara Susi Pudjiastuti yang juga adalah Menteri Kelautan dan Perikanan mengatakan, “Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik ke lautan terbesar kedua di dunia, Sampah Plastik sangat berbahaya, gerakan ini sebagai bagian dari komitmen kita mengurangi 70 persen sampah plastik di lautan pada 2025,” ucap Menteri Susi melalui keterangan persnya, Minggu (19/8/2018).

Dirinya melihat gerakan menghadap laut menunjukan kepedulian masyarakat pada laut Indonesia, aksi ini menjadi salah satu gerakan penting dalam menunjang target Bangsa sebagai Poros Maritim Dunia.

“Hari ini kita melihat kepedulian yang luar biasa dari masyarakat Indonesia yang bergerak sukarela di 76 titik dan 28 kapal bergabung di titik titik berbeda” ucap Menteri Susi.

Sebagai pembina Gerakan Pandu Laut Nusantara, Menteri Susi pun mengucapkan terimakasih atas bantuan para pihak yang ikut dalam menyukseskan Gerakan Menghadap Laut antara lain kelompok masyarakat, komunitas masyarakat adat, nelayan, mahasiswa dan kelompok-kelompok pemerhati lingkungan termasuk kelompok swasta pelaku wisata, musisi, seniman dan public figure ikut dalam Gerakan Menghadap Laut.

Editor : Didit

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button