NewsSulawesi

Aksi Puluhan Mahasiswa LMND Komisariat UMI Menuntut 6 Hal

COMPAKSULAWESI.COM – MAKASSAR – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Universitas Muslim Indonesia (E.Kom.LMND-UMI) Makassar menggelar aksi dalam mengkampanyekan pikiran bersifat solutif dalam menghadapi masalah negara pada saat ini LMND Komisariat UMI tawarkan 6 Solusi.

Sebagai alat edukasi penyadaran ke masyarakat, LMND membeberkan pokok masalah dan solusi dalam menjawab permasalahan yang telah dihadapi oleh bangsa saat ini lewat grand isu “Ganti Haluan Ekonomi dan Wujudkan Pendidikan Gratis, Ilmiah dan Demokratis”, di Jalan Urip Sumaharjo, Makassar, Rabu (24/10/2018), siang.

Namun kali ini mahasiswa mengatakan persoalan bangsa Indonesia perlu lebih diperhatikan khususnya dari soal bidang ekonomi dan pendidikan yang tidak lagi dalam keadaan baik-baik saja.

“Keadaan saat ini sangat mengkawatirkan terutama dalam bidang ekonomi. Seperti pelemahan rupiah, impor pangan yang berlebihan semenjak awal tahun 2018, dan juga impor bahan baku”, teriak Fahri Ellen dalam orasi ilmiahnya.

Lebih lanjut pula Fahri Ellen menjelaskan hal ini diperparah dengan kondisi pendidikan yang disorientasi.

“Sebagaimana amanah yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 dengan tegas dikatakan mencerdasakan kehidupan bangsa. Faktanya, pendidikan saat ini malah dijadikan alat untuk mengakumulasi modal.

Data BPS menunjukkan dalam 10-20 tahun terakhir ini biaya pendidikan terus melonjak naik dan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan sekitar 31%. Hal ini bisa saja menurun jika biaya pendidikan semakin mahal”, Tegas Jendral Lapangan mengakhiri orasi politiknya sembari menyerahkan megaphone terhadap Wajendlap.

Sementara Ketua Eksekutif Komisariat LMND UMI mengatakan bahwa kampanye Ganti Haluan ekonomi, Wujidkan Pendidikan Gratis Imiah dan Demokratis merupakan edukasi politik yang tepat bagi masyarakat.

“Akhir-akhir ini elit-elit politik nasional mempertontonkan politik identitas (SARA) yang tidak menyentuh problematika mayoritas masyarakat Indonesia dan ini kami kecam karena tidak produktif, yang ada hanya menajamkan polarisasi serta mengancam Persatuan Nasional” ujar Aldi sebagai ketua komisariat.

Selama aksi ini berlangsung ada beberapa pengkawalan ketat oleh aparat kepolisian. Hingga waktu menunjukkan pukul 15.11 WITA, massa aksi membubarkan diri dengan tertib.

Untuk diketahui aksi ini menuntut 6 hal :

1.Wujudkan Pendidikan Gratis, Ilmiah dan Demokratis Jika pemerintah pemerintah bersungguh-sungguh dalam membangun Sumber Daya Manusia.

2.Cabut UU No.12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Karena UU ini bertentangan dengan UUD 1945 dan merupakan corong kampus untuk sewenang-wenang terhadap mahasiswa.

3.Cabut UU No.20 Tahun 2003 Tentang sistem Pendidikan Nasional.

4.Laksanakan Pasal 33 UUD 1945 agar negara berdaulat atas Sumber Daya Alamnya dan peruntukkannya untuk rakyat.

5.Laksanakan UU Pokok Agraria No.5 Tahun 1960 untuk mengatasi ketimpangan pemilikan lahan agar petani punya ruang yang luas dan bisa sejahtera serta menjadi sokoguru dalam pembangunan kedaulatan pangan nasional.

6.Bangun Industri Nasional sebagai jawaban dari ketergantungan negara terhadap impor bahan baku.

Penulis : Jordan Syukur Siregar

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close