News

Ketua Eksekutif Kota LMND Makassar Mengutuk Tindakan Represif Aparat Kepolisian Terhadap Mahasiswa

COMPAKSULAWESI.COM – MAKASSAR – Ketua Eksekutif Kota LMND Makassar akhirnya angkat bicara dan mengutuk tindakan represif dari aparat kepolisian oleh beberapa aktivis dari Aliansi BAKAR yang terjadi kemarin, Senin 29 Oktober 2018 di bawah jembatan flyover.

Tindakan represif aparat kepolisian mengakibatkan beberapa aktivis mahasiswa ditangkap, hal tersebut disayangkan dari beberapa teman-teman mahasiswa, termasuk argumen tegas datang dari Ketua LMND Makassar dalam perjumpaan dengan media, Makassar, Selasa (30/10/2018).

Dari aksi demonstrasi peringatan hari sumpah pemuda kemarin, Arifin Ode melihat tindakan aparat kepolisian dalam mengawal aksi demonstrasi sudah sering menimpali sesuatu yang represif terhadap mahasiswa-mahasiswa.

“Kejadian-kejadian brutal seperti ini bukan pertama kalinya dalam mengawal jalannya aksi demostrasi. Tetapi sudah menjadi kebiasaan oleh aparat kepolisian. Tentu hal ini tidak bisa dianggap sepele, apalagi marwah institusi yang dipikul sebagai pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat” tegas Muhammad Arifin Ode selaku Ketua LMND Kota Makassar.

Dikatahui ada 2 orang anggota LMND Makassar yang menjadi korban dari represifitas yang dilakukan aparat kepolisian, selain itu kawan dari GRD, IMM Maktim dan GMNI menjadi sasaran kebrutalan ketika ditangkap.

“Indra dan Syahrul sampai saat ini mengalami kesakitan. Dahi dan pipi mereka mengalami pembengkakan. Belum lagi pada area-area tubuh yang lain” ujar Ketua LMND Kota Makassar memberi keterangan.

Ketua LMND Kota Makassar juga melontarkan penegasan atas tindakan aparat kepolisian dalam aksi-aksi yang dilakukan mahasiswa.

“Kalau dilihat kejadian kemarin, kepolisian seakan tidak mempunyai varian lain dalam menangani massa aksi. Tindakan represif seperti itu perlu diubah agar marwah intitusi mereka terjaga” tegas Muhammad Arifin Ode.

Aliansi BAKAR merupakan gabungan dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Perhimpunan Pergerakan Mahasiswa (PPM) Sulsel, dan Gerakan Revolusi Demokratik (GRD) dengan grand isu “Ganti Haluan Ekonomi dan Stabilisasikan Negara Serta Wujudkan Pendidikan Yang Memanusiakan Manusia”.

Penulis : Jordan

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close