Tech

4 Teknologi Milik Google yang Gagal Pemasaran

COMPAKSULAWESI.COM – MAKASSAR –Sebagai perusahaan raksasa yang bergerak di bidang teknologi, setiap tahunnya Google selalu menghasilkan inovasi terbarukan untuk mempermudah aktivitas manusia.

Namun, nyatanya tidak semua dari inovasi yang dihasilkan Google mampu bersaing di pasaran. Seperti dikutip dari situs MobileSyrup, pada Senin (18/11/2018). Ada empat produk milik Google yang tidak sesuai dengan harapan.

1. AI teknologi yang bisa menghapus objek foto

2017 lalu, dalam perhelatan tahunan I/O, Google memperkenalkan sebuah kecerdasan buatan yang secara ajaib dapat menghapus sebuah objek dalam foto.

Ketika itu perusahaan yang bermarkas di Mountain View, AS ini memamerkan sebuah foto seorang anak bermain bisbol yang terhalang oleh sebuah pagar. Teknologi kecerdasan buatan alias AI tersebut kemudian dapat menghapus objek pagar yang ada di latar depan si anak.

Namun hingga saat ini, fitur tersebut belum dirilis oleh Google dan tidak jelas perkembangannya.

2. Google Allo

Allo merupakan aplikasi chatting yang diperkenalkan Google I/O pada tahun 2016 dan boleh dibilang cukup menghebohkan. Pasalnya, Google saat itu menjanjikan fitur-fitur yang menarik pada aplikasi ini. Bahkan digadang-gadang menjadi layaknya iMessage dari Android.

Namun, setelah dirilis ternyata Allo mengundang banyak kritikan. Aplikasi ini tak sesuai harapan dan tidak seperti yang dijanjikan Google di awal.

Bahkan, Allo juga tidak memiliki fitur-fitur yang dianggap penting, seperti dukungan SMS.

Google pun baru-baru ini memutuskan untuk menunda proyek Allo tersebut dan mengaku lebih fokus pada pengembangan aplikasi messaging baru.

3. Doze

Doze adalah sebuah fitur penghemat baterai yang hadir pertama kali pada Android M. Fitur ini diperkenalkan pada perhelatan Google I/O, 2015 lalu.

Doze boleh dibilang sebuah mode yang berguna untuk memperkecil konsumsi daya baterai saat ponsel dalam kondisi standby. Namun, fitur ini juga mengundang banyak kritikan di dunia maya. Karena pengguna merasa tak ada perubahan sama sekali, baik saat mode tersebut diaktifkan maupun dimatikan. Baterai tetap terkuras meski ponsel dalam keadaan standby.

Doze juga dianggap sebagai fitur penghemat baterai yang gagal. Bahkan tahun ini, Google sepertinya bakal menarik fitur tersebut dan menggantinya dengan mode Adaptive Battery yang diklaim bakal lebih efisien.

4. Google Now on Tap

Sama halnya Doze, Google Now on Tap juga pertama kali hadir pada Android M yang diperkenalkan 2015 lalu. Fitur ini mampu memindai layar ponsel pengguna kemudian menampilkan informasi terkait apa yang tengah ditampilkan oleh layar tersebut.

Fitur ini sempat digadang-gadang bakal memudahkan pengguna dalam mencari informasi. Namun pada kenyataannya, Google Now on Tap dianggap tidak begitu berguna.

Sejumlah pengguna lebih memilih mencari informasi secara manual lewat mesin pencari Google ketimbang menggunakan fitur ini.

Penulis : Kurniawan || Editor : Didit

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close