Opini

[Opini] Jantung Pendidikan

Penulis : Andi Agus (Ketum SAKU)

Pendidikan tinggi tidak boleh dikelolah oleh orang-orang yang feodalisme. Karena itu berbahaya bagi output perguruan tinggi. Apa bahayanya? Mereka akan sangat kewalahan dalam bersaing dibidang Teknologi dan Ilmu Pengetahuan diera digital. Para dosen harus mampu untuk mengikuti zaman dan perkembangan IPTEK serta disiplin dalam manajemen perguruan tinggi.

Dalam perguruan tinggi, para pemimpin harus paham dengan manajeman. Memahami sistem pengololaan agar tidak terjadi kesalahan fatal. Misalkan, ketua prodi harus mampu untuk menyampaikan dengan sangat tegas kepada seluruh tenaga pendidikan agar membuat RPS sesuai dengan tantangan zaman. RPS (Rencana Program Semester) mutlak menjadi kewajiban para dosen untuk membuatnya. Agar mahasiswa tidak dirugikan dalam segi pengetahuan. Jika tidak mampu membuat RPS jangan ngajar, gitu rumusnya! Begitu pun dengan sekolah dasar sampai sekolah menengah. Para guru harus mampu membuat RPP (Rencana Perangkat Pembelajaran) agar siswa dapat diarahkan sesuai tuntutan kurikulum yang sudah desain dengan baik.

Perangkat pembelajaran adalah hal yang fundamental dalam pendidikan. Ibarat bangunan, ia adalah simulasi dari bangunan mewah yang dicita-citakan. Jika ia nahkoda mengibaratkan, itu (RPS dan RPP) adalah peta untuk berlabuh di pelabuhan dengan selamat atau jika ia adalah seorang pilot maka RPS dan RPP adalah jalur yang harus ditempuh agar bisa lepas landas, terbang, dan selamat sampai tujuan.

Kedepannya kita mampu bersaing dengan cermat dan terarah dalam menempuh kehidupan lain. Agar nantinya, kita bisa bersama atau sejajar dengan bangsa-bangsa yang lain (yang lebih maju tentunya). Bahwa tidak ada jurusan yang tidak baik, yang ada adalah jurusan yang dipimpin oleh ketua prodi yang tidak paham akan kepemimpinan yang efektif. Sehingga, membabi buta dalam bertindak menunjukkan arogansi.

Editor : Didit

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close