Makassar

Kasus Kekerasan di SMAN 17 Makassar, Kepseknya Enggan Ditemui

COMPAKSULAWESI.COM – Makassar — Tindakan kasus kekerasan senior yang terjadi kepada junior di Sekolah Menengah Atas Negeri 17 Makassar, diketahui sudah selesai dan sudah ada perdamaian.

Namun ironisnya ketika beberapa rekan media yang ingin menanyakan hal tersebut, bukannya mendapat penjelasan dari pihak sekolah, malah kepala sekolah SMAN 17 Makassar enggan ditemui.

Bahkan sempat terjadi aduh mulut, antara Oknum Wartawan dan Panit Binmas Polsek Tallo Makassar, karena adanya perselisihan perkataan.

Menurut salah seorang wartawan senior Zainal Abidin, ini sangat di sayangkan, kenapa kepala sekolah SMAN 17 Makassar tidak mau ketemu dengan wartawan, padahal corong informasi bisa di dapatkan dari beliau, ungkap Zainal, Selasa (02/04/2019).

“Kepala sekolah seperti inilah yang tak patut di contohi,” jelas Zainal.

Kasus kekerasan diketahui ada tiga orang siswa tersebut yaitu Ersal Alif Bramantyo (17), Muh. Athaillah Ramadhanu (17) , Raihan Mawardy (16) yang masih duduk di kelas 2 SMA dikeroyok oleh seniornya usai pulang sekolah.

Seperti yang di beirtakan salah satu media online, kalau korbang mengatakan,” langsung ka na keroyok, tidak ada ji juga salahku,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa seniornya tersebut sering kali mengajaknya untuk berduel tetapi sang korban tak meladeninya.

“Selalu ka memang mau na ajak berkelahi tapi tidak ku ladeni karena ku hargai ki sebagai seniorku,” tambahnya.

Sementara itu orang tua korban, Yopi mengatakan bahwa kasus penggeroyokan anaknya telah dilaporkan di Polrestabes Makassar.

“Kami sudah melaporkan kasus ini tapi orang tua pelaku tetap bersikeras kalau anaknya tidak salah malahan kami ditantang juga untuk berkelahi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pihak sekolah juga seakan tutup mata akan kejadian tersebut.

Penulis : Andhis [] Editor : Darma

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close