Hukum & Kriminal

Dit Polairud Polda Sulsel Amankan Puluhan Handak Ilegal Fhising

COMPAKSULAWESI.COM – Makassar — Bermodal dari informasi warga via telepon dari warga kampung Bajoe kabupaten Bone provinsi Sulawesi Selatan, terkait adanya beberapa warga yang menggunakan Bahan Peledak (Handak) jenis Alammunium nitrate saat menangkap ikan, 28 Maret 2019.Pada Jumat pagi pukul 07:00.wita. (29/03/2019),

Tim lidik melakukan pemantauan di sekitar tanggul kampung Bajoe, namun hingga larut malam sekitar pukul 22:00 Wita, belum ada kegiatan dari masyarakat yang dicurigai tersebut.

Meski demikian tidak menyurutkan kinerja tim dari Dit Polairud untuk terus melakukan pemantauan, hingga Sabtu (30/03) sekitar pukul 05:00 kembali memantau kampung Bajoe, menurut informasi adanya barang berupa bahan peledak yang akan diangkut dari kampung Bajoe ke atas kapal nelayan untuk digunakan menangkap ikan, sekira pukul 16:00 Wita, dimana terlihat beberapa nelayan di kampung Bajoe memuat es ke atas kapal yang berarti kapal tersebut siap untuk melakukan penangkapan ikan, demikian dijelaskan Dit Polairud  Kombes (Pol) Purwoko saat press release mendampingi Kapolda Sulsel, Makassar (04/04/ 2019)

Alhasil, 31 Maret 2019, tim Lidik melihat dari kejauhan beberapa orang dari tanggul kampung Bajoe yang mengangkut Handak jenis Ammunium Nitrate yang siap digunakan.

Adapun untuk kepentingan Dit Polairud Polda Sulsel telah mengamankan seorang tersangka beserta barang bukti seperti 1 buah kapal jolloro dan kompresor, selang dan kacamata selam, sepasang sepatu bebek, serta bahan peledak diduga jenis Ammunium Nitrate yang dikemas dalam berbagai wadah seperti botol dan jerigen.

Sementara itu, Kapolda Sulsel Irjend Pol Hamidin mengatakan, perlunya menjaga kelestarian laut sebagai salah satu sumber penghidupan nelayan.

Untuk tetap menjaga ekosistem laut, Polda Sulsel akan terus melakukan patroli di wilayah hukumnya, terangnya di Mako Dit Polairud didampingi Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, Makassar  (04/04/2019)

Hamidin juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Ilegal Fhising dengan menggunakan bom ikan, karena akan merusak lingkungan termasuk terumbu karang yang merupakan sumber penghidupan ikan untuk jangka panjang.

Penulis : Andhis [] Editor : Darma

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close