News

PT. Gojek Indonesia Terapkan “Akun gagu”, Aliansi Sipakatau Gelar Demonstrasi

COMPAKSULAWESI.COM – Makassar – Aliansi Sipakatau yang tergabung didalamnya adalah kumpulan beberapa komunitas driver gojek Indonesia dan beberapa organ yang bersolidaritas di dalamnya yaitu organ mahasiswa, pemuda dan organ buruh menggelar demonstrasi secara terpimpin dan terkonsolidasi, Jum’at (05/04).

Tujuan dari demonstrasi yang mereka lakukan untuk menyampaikan aspirasi yang dialami oleh driver online terkait “akun gagu”, diskriminasi order atau kerancuhan sistem order yang di terapkan oleh pihak PT GI (Gojek Indonesia) yg di anggap merugikan dan sangat berpotensi terjadi pertikaian oleh antar driver.

Akkang selaku perwakilan komunitas driver online mengalami penurunan order sangat signifikan semenjak berlakunya sistem 2019. Ia mengeluhkan persoalan dimana untuk makan sehari-hari saja sulit apalagi untuk berbicara persoalan kewajiban atas kendaraan yang di miliki oleh driver, maka dari itu aksi digelar untuk meminta pihak gojek Indonesia berlaku bijak untuk mengembalikan sistem ke sistem 2018 (driver terdekat dengan coustumer). Ujar akkang

Berdasarkan surat penyampaian aksi, seharusnya aksi di gelar di depan kantor PT.GI namun Aliansi Sipakatau di blokir oleh massa Ojol (ojek online) yang terprovokator dengan iming-iming dari pihak perusahaan sehingga mengakibatkan gagalnya aksi dan terjadi bentrok di depan PT.GI, selanjutnya massa aksi beralih ke simpang tiga Jl.Sultan Alauddin dan Jl.A.Pettarani untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan sesama driver karna di lokasi hanya ada 3 personel kepolisian yang melakukan pengamanan.

“kami curigai adanya konspirasi antara oknum kepolisian dan oknum ojol yang sengaja ingin memblokiran aksi” kata pria yang kerap di sapa Ari Mustari M, sebagai bentuk kekecewaan massa aksi terhadap pihak kepolisian yang tidak intensif melakukan pengamanan dan pengawalan terkait dengan aksi sehingga peserta aksi memblokade pertigaan Pettarani-Alauddin dengan menyeret palang jalan dan membakar ban.

Selain itu peserta aksi dengan pihak kepolisian terjadi aksi saling dorong. Aksi yang di gelar di pertigaan pettarani-alauddin berlangsung selama 90 menit yang mengakibatkan kemacetan di sepanjang Jl.A.Pettarani-Jl.Sultan Alauddin.

Editor : Darma

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close