Pemkot Makassar

Tinggal 3 Nama, Penjabat Walkot Makassar Tunggu Putusan Mendagri

Proses penyaringan calon Penjabat Wali Kota Makassar saat ini menyisahkan tiga nama. Nama itu, merupakan hasil proses seleksi berjenjang dari 14 nama yang sebelumnya terdaftar sebagai calon pengganti Mohammad Ramdan Pomanto.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, mereka yang bertahan setelah berhasil mendapatkan nilai terbaik dalam proses seleksi. Sementara sisanya harus tersingkir.

“Nanti kami bikin pengantar, terus hasil eksposnya sudah kami sampaikan, karakternya begini. Tinggal Kemendagri yang memutuskan, sesegara mungkin,” kata Nurdin, dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (19/4).

Ketiganya adalah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapenda Denny Irawan, Kepala Balitbanda Iqbal Suhaeb, serta Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Zulkaf S Latief. Selanjutnya mereka memaparkan program dan gagasannya untuk melanjutkan jalannya roda pemerintahan di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

Termasuk semua persoalan teknis yang dianggap menjadi kebutuhan dasar untuk diselesaikan dan diselaraskan dengan apa yang sudah terealisasi. Khususnya di pemerintahan yang dijalankan Ramdhan Pomanto sebegai wali kota, sebelumnya.

“Seleksi ini tanpa intervensi. Nggak mungkinlah (intervensi) ngapain kami tes begini, terus ada intervensi. Kalau ada intervensi, dari awal langsung kami putuskan,” ungkap mantan Bupati Kabupaten Bantaeng ini.

Lebih lanjut dijelaskan Nurdin, seluruh proses ini bertujuan untuk menciptakan kondisi pemerintahan yang semakin baik dan kondusif. Seleksi, ditegaskan bukan berdasarkan suka atau tidak suka. Namun berdasarkan kemampuan dan kapasitas sebagai seorang pemipin daerah.

“Yang saya sampaikan pnejabat wali kota itu melancarkan kerja pemerintahan. Kedua, tentu harus lebih banyak mendengar,” terang Nurdin.

Penjabat yang terpilih nantinya, diharapkan Nurdin diwajibkan bekerja dengan sebaik mungkin. Karena, penjabat wali kota hadir atas nama gubernur. Sehingga semua langkah dan keputusan strategis itu harus dikonsultasikan, termasuk soal mutasi.

“Jangan tiba-tiba melakukan mutasi, itu bikin gaduh namanya. Jadi dalami dulu baik-baik. Sama kan saya tujuh bulan, dilihat, dipelajari, dan kita berinteraksi. Baru dilihat ini lemah di sini. Orang ini cocoknya di sini, jadi kita harus menjadi pemimpin yang arif,” tegasnya.

Diketahui, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto-Syamsu Rizal akan berakhir 8 Mei mendatang. Penjabat wali kota akan bertugas hingga 20 bulan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close