Serba Serbi

Cara Unik Mahasiswa UNM Sembuhkan Stress Narapidana Wanita

COMPAKSULAWESI.COM – Makassar – Setiap narapidana memiliki beban psikologis yang berat atas setiap kasus dan hukuman yang menjeratnya, tidak hanya narapidana laki-laki yang paling berat tetapi dialami pula para narapidana wanita. Hal ini yang menjadi perhatian mahasiswa UNM sehingga terpanggil untuk melakukan pelatihan guna mengatasi beban psikologis yang dialami oleh para narapidana wanita. Yang berlangsung tepatnya di Rutan Kelas 1 Makassar Sabtu, (20/04).

Tim yang tergabung dalam Program Kreatifitas Mahasiswa-Pengabdian atau disingkat PKM-M melakukan terapi melalui metode bimbingan Ekspressive Writing kepada 15 narapidana wanita.

“kami mengangkat judul “Pemberdayaan Narapidana Wanita Melalui Metode Ekspressive Writing Untuk Mengatasi Masalah Trauma Psikologis”, tutur salah satu pelaksana PKM-M.

“Dengan bimbingan, pelatihan dan Ekspressive Writing Therapy ini diharapkan dapat mengatasi stres, mengatasi trauma masa lalu dan memotivasi agar para narapidana wanita dapat percaya diri menatap masa depannya setelah menjalani masa tahanan, kegiatan ini mengajak narapidana wanita mencurahkan apa yang dialami dan yang menjadi harapannya dalam bentuk menulis cerpen, puisi dan surat pribadi” Tambah Astriyanti dalam sambutannya selaku ketua tim dan didampingi oleh rekannya Rahmatiah dan Sri wulandari.

Tepat pukul 14.00 wita kegiatan ini dibuka langsung oleh bapak Dedi selaku perwakilan pengelola Rutan kelas 1 Makassar.

“Kegiatan ini sangat membantu kami selaku pengelola rutan, bahkan kegiatan ini yang paling kreatif yang pernah ada karena disamping mengatasi psikologis narapidana wanita juga dapat menghasilkan karya tulis sebagai bentuk pemberdayaan minat dan bakat dari narapidana wanita” tuturnya dihadapan peserta.

Kegiatan ini disupport langsung oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (RISTEKDIKTI) dan direncanakan berlangsung selama tiga bulan dimulai April hingga Juni 2019, kegiatan diawali dengan pengumpulan data penyusunan materi, kemudian melakukan pelatihan dan pendampingan, kegiatan ini akan diakhiri dengan acara panggung ekspresi yaitu pembacaan karya dan pemberian apresiasi bagi para peserta serta penerbitan buku hasil karya para narapidana wanita.

Tim PKM yang merupakan salah satu dari 8 Tim PKM JBSI yang lolos sebagai pemenang hibah PKM Dikti 2019 ini berharap hasil kegiatan ini dapat menjadi salah satu metode penanganan narapidana disetiap Rutan maupun Lapas di Indonesia.

Penulis : Rahmat [] Editor : Darma

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close