NasionalPolitik

PDI Perjuangan: Stop Kebohongan Menang Tanpa Keterbukaan Data Rekapitulasi

COMPAKSULAWESI.COM – Energi terkuras delapan bulan, saatnya curahkan segala daya untuk kemajuan bangsa.

PDI Perjuangan menanggapi serius terhadap sikap BPN Prabowo-Sandi yang hingga saat ini, tidak mau membuka data hasil perolehan suara, namun main klaim kemenangan sendiri, tanpa bawa bukti rekapitulasi, hal demikian disampaikan pada hari Kamis, (25/04).

“Saya dapat informasi kalau BPN sedang lobby Bawaslu untuk dapatkan dokumen C1. BPN juga tidak kompak menyebutkan tempat dimana rekapitulasi dilakukan. Karena itulah wajar, apabila publik menuduh bahwa klaim kemenangan yang dilakukan hanyalah tindakan provokasi tanpa bukti. Stop klaim menang sepihak tanpa hasil rekapitulasi” ujar Hasto Kristiyanto selaku Sekjen PDI Perjuangan

PDI Perjuangan mengingatkan bahwa nilai kejujuran merupakan satu indikator moral sederhana dalam politik. Hasto Kristanto menganggap bahwa sikap BPN yang tidak ingin transparan dalam rekapitulasi bahkan mengklaim sepihak dengan kemenangannya menimbulkan indikasi kebohongan politik.

“Dengan sikap BPN yang tidak mau transparan dalam rekapitulasi, tidak bersedia di audit, dan klaim sepihak kemenangan tanpa bukti, hanyalah bukti kuatnya indikasi kebohongan dalam politik” pungkasnya

Atas dasar hal tersebut, baik pusat Rekapitulasi “JAMIN” yang dilakukan TKN Jokowi-KH Ma’ruf Amin, maupun Badan Saksi Pemilu Nasional PDI Perjuangan, mengundang perwakilan BPN untuk melihat sistem rekapitulasi berdasarkan dokumen otentik C1.

“Kami undang 5 personil, 2 dari BPN dan 3 dari pengamat politik, dan disaksikan oleh media dan perwakilan mahasiswa, untuk melihat pusat hitung suara kami. Lalu setelah itu giliran kami datang ke Pusat Hitung BPN. Biar rakyat tahu, mana yang klaim dengan bukti, dan pihak mana yang memprovokasi”, jelas Sekjen PDI Perjuangan.

Dengan masa kampanye yang panjang dan hasil quick count yang bisa dipertanggung jawabkan, serta proses rekapitulasi yang akuntabel dan transparan, maka kemenangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin semakin pasti, tinggal legalitas KPU yang dinanti.

“Energi bangsa sudah terkuras selama 8 bulan. Sudah saatnya curahkan segala daya, bangun kemajuan negeri” Tutupnya.

Editor : Darma

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close