Makassar

Goseld Aktivis GAM Kritik Caleg Yang Tidak Menerima Kekalahan, Aru Menjadi Contoh Terbaik

COMPAKSULAWESI.COM – Makassar — Aksi demo sekelompok orang yang mengatasnamakan pendukung Imran Tenri Tata Amin, anak mantan Gubernur Sulsel, yang dilakukan Selasa dini hari, (14/5) dianggap sebagai sikap tak ikhlas mengakui kekalahan.

“Memang tidak mudah menerima kekalahan. Tapi itu harus diterima. Inilah konsekwensi demokrasi. Siap menang siap kalah. Jangan cuma siap menerima kemenangan, tapi tidak legowo menerima kekalahan. Demo demo menyalahkan penyelenggara, merasa dicurangi, bukti ketidaksiapan menerima kekalahan,” kata Denny Abiyoga Goseld selaku aktivis Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM).

Menurut dia, mestinya Imran dan timnya, bisa mencontoh Ketua DPRD Makassar, Farouk M Betta, yang tak pernah mempersoalkan perbedaan suaranya dengan Ibunda Imran, Apiyati Kamaluddin.

“Contoh terbaik di Pileg ini diperlihatkan pak Aru, meski kalah dan juga menemukan banyak indikasi kecurangan, tapi ikhlas menerima. Padahal sebagai ketua Golkar, ia punya infrasruktur partai melakukan protes besar besaran. Pak Aru juga tak pernah menyerang keluarga ini, walaupun ia tahu ada penguasaan fasum di Minasa Upa yang telah menjadi temuan BPK,” ujar Goseld.

Atas dasar itulah, Goseld berharap tak ada lagi aksi aksi demo memprotes penyelenggara dan menuduh orang lain curang, hanya karena kekalahan di Pileg.

“Jika ada caleg yang kalah, lalu demo, menyalahkan penyelenggara, menuduh orang lain curang, itu semakin mempermalukan dirinya sendiri,” tutupnya

 

 

Editor : Darma

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close