Opini

Beasiswa terlalu ribet!

COMPAKSULAWESI.COM – OPINI — Perburuan beasiswa program magister dan doctor menjadi hal wajar. Biaya pendaftaran dan SPP yang mahal menjadi salah satu alasannya. Berbagai macam beasiswa di tawarkan pemerintah, bahkan ada yang beasiswa penuh. Itu adalah salah satu bentuk kepedulian negara terhadap peserta anak bangsa.

Tidak ada gading yang tidak retak. Demikian persoalan kebijakan pemerintah. Pemerintah tidak sungguh-sungguh dalam memberikan bantuan pendidikan. Buktinya, persyaratannya sangat ribet. Bahkan harus ada toefl dengan nilai tinggi. Padahal kita sepakat bahwa bahasa pengantar IPTEK di Indonesia adalah bahasa Indonesia.

Mengapa hal itu tidak digunakan? Ingin kebarat-baratan, atau sok keinggrisan? Kurasa tidak! Jika seandainya yang lulus beasiswa dengan toefl hasil curang beranikah pemerintah mencabut beasiswa tersebut? Jika iya. Seberapa serius pemerintah mencari tahu asbabul nuzul dari toefl setiap peserta?

Pemerintah harusnya memberikan anggaran dana atau bantuan pendidikan tanpa syarat yang ribet. Sehingga anak-anak Indonesia merasakan beasiswa. Saya bukan tidak setuju untuk mahasiswa tahu berbahasa Inggris. Saya setuju! Bahkan wajib, tetapi tidak boleh jadi persyaratan beasiswa dalam negeri. Kecuali beasiswa luar negeri bisa saja dan boleh saja.

Penulis : Andi Agus [] Editor : Darma

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close