Politik

Diskusi Publik IWO, Arqam Azikin “Sentil” Cicu dan UQmo

COMPAKSULAWESI.COM – MAKASSAR – Gelaran Diskusi Publik serangkaian dengan Festival Ramadhan 1440 H yang diselenggarakan IWO (Ikatan Wartawan Online) Sulsel bertempat di pelataran parkir Manggala Junction Jalan Perintis Kemerdekaan Kelurahan Pai Kecamatan Biringkanaya, Minggu malam (26/5).

Dalam kegiatan ini mengangkat tema yang bertajuk “Makassar Memperkuat Pembangunan Sulawesi Selatan dan Nasional”, menghadirkan pembicara Arqam Azikin, A. Rahmatika Dewi, Yusuf Gunco, dan H.M.Iqbal Djalil sementara Mansyur Gani didaulat menjadi moderator.

Dalam penjelasannya, Arqam Azikin mengurai fenomena politik di Makassar setelah Danny Pomanto dan Syamsul Rizal demisioner dari jabatannya sebagai Walikota dan Wakil Walikota Makassar.di masa transisi ini, muncul beragam figur pengganti Danny Pomanto dan Syamsul Rizal, seperti Sukriansyah S Latief, H.Alimuddin, Yagkin Padjalangi, Adi Rasyid Ali, Appi, Yusran Paris, Jamaludin Jafar, Hamzah Hamid, dan Irwan Adnan.

Namun Arqam Azikin menyayangkan ketidakhadiran Sukriansyah S Latief disapa UQ pada diskusi public ini, menurutnya, baliho yang bertebaran bertuliskan “UQmo” yang bersedia menjadi Calon Walikota Makassar perlu berdiskusi dengan Tokoh Masayarakat (Tomas) Biringkanaya dan Tamalanrea maupun kandidat Walikota lainnya seperti Cicu sapaan A Rahmatika Dewi, dan Ust.Ije.

“Sayangnya Pak UQ tidak hadir pada diskusi ini, Saya mau dengar isi kepalanya Pak UQ tentang Makassar, apa sih? Saya mau berdebat dengan calon pemimpin, karena kalau pemimpin itu tidak mau berdebat dan berdiskusi cuma tampang doang tidak usah calon di Makassar, jangan coba – samakan pemilih Makassar dengan kota kecil di Indonesia pemilihnya diperkirakan 1,3juta jiwa”, jelas Arqam Azikin yang juga pengamat Politik dan Kebangsaan Unismuh Makassar.

Diketahui, Haeruddin Nurman selaku orang dekat UQmo sebelumnya telah mengkonfirmasi pada panitia, Minggu (26/5) setelah buka puasa bahwa UQ berhalangan hadir pada panitia, dengan alasan ada UQ masih berada diwilayah Utara Makassar sedang menemui warga kecamatan Wajo. Padahal, UQ sudah dua hari sebelum pelaksanaan telah mengatakan bersedia hadir pada Diskusi Publik IWO.

“Mohon Maaf, Pak UQ tidak bisa meninggalkan acara Pak UQ tidak bisa hadir, Saya mewakili Pak UQ memohon maaf yang sebesar-besarnya”, kata Elu sapaan Haeruddin Nurman lewat pesan whatshap.

Tidak hanya UQ, Arqam Azikin juga menyentil Cicu dalam perhelatan politik makassar dua tahun terakhir yakni Pilwali Makassar 2018 gagal dan Pileg 2019 terpilih lagi sebagai Anggota DPRD Sulsel, “ini pertarungan baru selesai, dan tahun 2018 lalu Cicu tinggalkan jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD Sulsel dan memilih maju di Pilkada tetapi gagal, kemudian maju lagi di Pileg dan menang lagi berarti maunya ini rakyat Cicu jadi Pimpinan DPRD, jelasnya.

Kalau Cicu maju lagi di Pilwali Makassar 2020, Arqam menilai ini sebuah kemunduran etape politik Cicu dalam 5 tahun kedepan dan Sulsel ini butuh sosok perempuan di pimpinan DPRD, sementara pelantikan Caleg Terpilih di bulan September 2019 begitupun pertarungan Pilkada Makassar 2020 juga di bulan September, jeda setahun ini sangat merugikan bagi Cicu, paparnya.

“Bagi Arqam, Cicu janganmi maju di Pilwali Makassar ini saran saya (Arqam Azikin) kalau Nasdem pilih Calon Walikota Makassar banyakji figur lain seperti Danny Pomanto, Akbar Faisal, Saharuddin Alrif maupun figur lain diluar Nasdem. Dikhawatirkan Cicu ini sudah menerima banyak bisikan untuk maju di Pilwali Makassar pasca terpilih lagi jadi Anggota DPRD Sulsel, kalau ada yang “Pompai (bujuk)” Cicu maju di Pilwali Makassar  maka pembisik itu mesti berdiskusi mengenai metodologi dan secara substansial dengan Arqam Azikin”, tegasnya.

 

Editor : Darma

 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close