Makassar

Ekspresive Writing, Membangun Harapan Dibalik Jeruji

COMPPAKSULAWESI.COM – Makassar– Dilatarbelakangi oleh keprihatinan sosial, melalui program kreativitas mahasiswa pengabdian kepada masyarakat Tim PKM 2019 Universitas Negeri Makassar telah merampungkan program pelatihan ekspressive writing sebagai solusi bagi para narapidana wanita. Kegiatan ditutup resmi oleh bapak Ramli selaku kepala bidang Pelayanan Rutan Kelas 1 Makassar didampingi oleh beberapa stafnya.

“semoga kegiatan sejenis ini bisa terus ada dari mahasiswa, guna memberi kontribusi dan solusi kepada masyarakat terkait promblem sosial” tutur Ramli

Lima belas narapidana wanita selaku perwakilan mengikuti pelatihan ini menunjukkan perubahan ekspresi yang menggembirakan. Ekspressive writing dapat terlihat manfaatnya setelah para narapidana menampilkan satu persatu karya yang dibuatnya dalam panggung ekspresi pada rangkaian penutupan kegiatan, Sabtu (25/5).

Salah satu narapidana widayani (26) melalui testimoninya mengatakan bahwa sebelum mengikuti kegiatan ekspressive writing ia merasa tertekan dan depresi menjalani masa tahanan dengan lingkungan yang membosankan, namun setelah mengikuti kegiatan ini saya merasa bahwa ada cara yang sangat baik untuk melepas semua beban pikiran yaitu dengan cara menulis.

Karya para narapidana berupa puisi, cerpen dan surat pribadi akan dibuat dalam bentuk buku, dengan harapan buku ini dapat dinikmati oleh masyarakat dan keluarga sehingga para narapidana dapat kembali diterima dilingkungan masyarakatnya.

Tim PKM juga berharap hasil kegiatan ini dapat disambut baik oleh pihak pemerintah dalam hal ini pihak rutan maupun Lapas, berharap bahwa metode ekspresive Writing dapat dijadikan sebagai salah satu terrapi yang dapat digunakan diseluruh Indonesia.

 

CR : Rahmania [] Editor : Darma

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close