Hukum & Kriminal

Terkait Pemukulan Kader GAM, Senior GAM Angkat Bicara

COMPAKSULAWESI.COM — MAKASSAR — Penangkapan enam orang aktivis mahasiswa yang tergabung dalam dari Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) oleh kepolisian Resort kota (Polresta) Makassar, saat melakukan aksi unjuk rasa depan Polsekta Rappocini kota Makassar. Jumat (5/7) mendapat kecaman.

Aksi kader Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) depan Polsekta Rappocini adalah aksi kecaman setelah beberapa hari sebelumnya beberapa orang kader GAM di keroyok (dianiaya) secara bersama-sama oleh oknum-oknum polisi dari Polsekta Rappocini di jalan Pettarani pada Rabu (3/7).

“:bahwa sangat aneh jika oknum-oknum polisi tersebut tidak di proses hukum padahal kader GAM telah melakukan pengaduan/laporan di polrestabes makassar yang di sertai hasil visum dari RS. Bayangkara.” Tegas Yudha Jaya senior di GAM

Menurutnya hal ini sangat tidak berkeadilan sebagai mana ideologi kita yakni Pancasila (Sila ke-5) karena oknum polisi tersebut masih bebas berkeliaran sedangkan teman-teman dari GAM yang merupakan korban penganiayaan malah di tangkap dan di jebloskan ke dalam Sel tahanan Polrestabes Makassar.

Selain tidak sesuai dengan pancasila juga adanya diskriminasi hukum yakni “Asas persamaan di hadapan hukum (Equality before the law)” dan asas hukum yakni “keadilan” dan ini adalah bagian dari pelanggaran Hak asasi manusia (HAM), Lanjut Yudha.

Mestinya pihak Polrestabes Makassar sebagai Institusi negara yang bermotto pelindung dan pengayom harus berlaku adil terhadap semua masyarakat.

“jangan cuma berani menangkap Aktivis mahasiswa tapi enggan menangkap oknum polisi Polsekta Rappocini yang menganiaya Aktivis GAM, Keadilan itu harus di tegakkan di NKRI.” Tambahnya

Ini merupakan citra buruk Polri di mata masyarakat dihari jadi Bhayangkari ke-73 tahun dan pihak GAM berharap kepda Kapolda Sulsel untuk segera membebaskan beberapa anak GAM tersebut.

” mereka adalah korban penganiayaan dan segera mencopot Kapolsek Rappocini serta segera proses hukum oknum-oknum polisi pelaku penganiayaan terhadap Aktivis GAM.” Tutup Yudha

Editor : Darma

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close