Hukum & Kriminal

Bocah 12 Tahun Dicabuli di Toilet Masjid Kota Makassar

COMPAKSULAWESI.COM — Makassar – Entah apa dalam pikiran M Jufri, pria berumur 56 tahun ini tega mencabuli anak dibawah umur di toilet Masjid. Bahkan karyawan swasta di Kota Makassar ini mencabuli anak laki-laki.

Akibatnya, pria yang bekerja sebagai pencatat meteran listrik ini pun diamankan oleh Tim Khusus (Timsus) Polsek Rappocini di lokasi kejadian, Masjid Raudhatul Jannah Perumahan Bosowa Indah Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Selasa (16/7) sekitar pukul 14.00 Wita.

Kanit Reskrim Polsek Rappocini, Iptu Iqbal Usman mengatakan, pihaknya berhasil meringkus seorang pria yang diduga telah melakukan aksi pencabulan terhadap seorang anak laki-laki dibawah umur.

“Pelaku diamankan karena diduga telah melakukan aksi pencabulan terhadap seorang anak laki-laki dibawah umur di dalam toilet Masjid Raudhatul Jannah,” ucap Iqbal Usman, kepada compaksulawesi.com, (16/0) malam.

Berdasarkan keterangan pelapor, lanjut Iqbal, bahwa anaknya berinisial FZ dicabuli oleh pelaku bermula dari korban yang sedang berada di sekitar masjid dan ketemu dengan pelaku. Tiba-tiba saja, pelaku langsung membujuk korbannya dengan mengiming-imingi sesuatu hingga korban mengikuti permintaan pelaku masuk ke dalam toilet masjid.

“Pelaku memaksa korban dan mengancamnya agar tidak memberitahukan kepada orangtuanya. Tapi korban pulang kerumahnya dengan keadaan menangis dan menceritakan hal tersebut kepada orangtuanya sehingga langsung dilaporkan ke polisi,” tuturnya.

Dengan adanya laporan tersebut, petugas bergerak cepat ke lokasi kejadian Masjid Raudhatul Jannah Perumahan Bosowa Indah dan langsung meringkus pelaku.

Polisi membawa pelaku ke Mapolsek Rappocini dan selanjutnya diserahkan ke unit PPA atau unit Perlindungan Perempuan dan Anak Sat Reskrim Polrestabes Makassar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Pelaku ini sehari-harinya bekerja sebagai pencatat meteran listrik di sekitar perumahan sehingga dikenal oleh orang tua korban dan warga lainnya. Kini pelaku tengah diperiksa di unit PPA Polrestabes Makassar. Sementara korban sendiri masih dalam keadaan trauma dan sampai saat ini masih terus menangis,” pungkasnya.

Penulis : Andhis|Editor: Darma

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close