Pendidikan

Dosen UNM Lakukan Diseminasi Pengolahan SDA Bagi Masyarakat Pesisir

COMPAKSULAWESI.COM — Barru – Dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) yang tergabung dalam tim peneliti yakni Dr. Ernawati S. Kaseng, S.Pi, M.Si., Dr. Pince Salampa, M.Si, Dr. Nahriana, M.Pd., dan Dr. Firdaus W. Suhaeb, M.Si., melakukan diseminasi pengembangan dan pengolahan berbasis Sumber Daya Alam (SDA) bagi masyarakat pesisir di Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Senin (22/7).

Kegiatan yang merupakan program kemitraan antara komisi VII DPR RI dengan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kementrian Riset, Penelitian dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) ini diikuti oleh kelompok ibu PKK, wanita tani, dan ibu-ibu Rukun Tetangga (RT) dari tiga kelurahan di Kecamatan Tanete Rilau.

Ketua Tim Peneliti, Dr. Ernawati S. Kaseng, S.Pi, M.Si., mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memberika informasi lebih lanjut mengenai teknologi yang dapat digunakan dalam mengolah hasil SDA yang ada.

“Tujuannya untuk memberi informasi yang lebih tentang teknologi yang dapat membantu mengolah hasil SDA, seperti alat penggiligan daging ikan, alat bandeng presto, abon ikan, pepes ikan dan otak-otak ikan,” terangnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat.

“Dengan pelatihan ini bisa meningkatkan ketrampilan dalam pengolahan seperti ikan, ayam dan bebek. Selain itu diberikan pula teknologi hidro dan aquaponik yang dapat memanfaatkan pekarangan yang terbatas di daerah pesisir,” ungkapnya.

Dosen Pendidkan Teknologi Pertanian (PTP) UNM tersebut berharap dengan adanya kegiatan tersebut, para ibu rumah tangga dapat meningkatkan penghasilan keluarga.

“Selain itu kami juga berharap kelompok ibu rumah tangga dan kelompok tani dapat meningkatkan penghasilan keluarga dan menjadi wirausaha kelompok yang mandiri,” katanya.

Di sisi lain, Ketua PKK Kecamatan Tanete Rilau, Darma, mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut.

“Sangat senang ya. Karena ini bisa dilakukan di sekitar dusun atau bisa juga dijual di pasar-pasar. Jadi kita ini ibu-ibu bisa lebih mandiri nantinya,” ungkapnya.

Penulis : Tirta|Editor : Darma

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close