Berita

Pemprov Sulsel Hilangkan Trauma Mendalam Anak yang Disekap Selama 9 Tahun

COMPAKSULAWESI.COM — MAKASSAR — Salah satu bentuk yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk menekankan trauma mendalam yang selama ini dialami Mansyur ( 26 tahun) pria asal Bulukumba ini kemudian dengan mengasah kreativitasnya dengan bermain alat musik seperti gitar.

Meski jemari dan teknik yang dilakukan mansyur dalam memainkan gita. Ia dibantu dengan psikolog yang bergantian secara shift jam pergantian waktu.

Mansyur sendiri merupakan warga Kabupaten Bulukumba yang menjadi korban kekerasan kedua orang tuanya dan disekap selama sembilan tahun di WC, saat ini dalam penanganan tim dari
Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).

“Ini adalah salah satu bentuk perhatian. Anak yang dulunya begitu tertutup sekarang sudah mulai terbuka. Dan mengimplementasikan ekspresi nya melalui alat musik, “kata Ilham A Ghazali Kadis DP3A Sulsel.

Melihat perkembangan motorik yang kulai di tampak kan oleh korban penyekapan oleh orang tuanya sendiri di dalam toilet selama kurang lebih 9 tahun ini.

Masyur kini mulai berinteraksi langsung dengan masyarakat pada umumnya. Kadis DP3A kota Makassar, Tenri A Palallo menambahkan akan sikap yang mulai di bentuk Mansyur dan mendapatkan perhatian secara khusus.

” Mansyur yang dulunya tertutup. Sekarang sudah mulai berkembang dan hidup normal seperti biasanya. Dimulai dari membersihkan halaman rumah, membersihkan pakaian dan menyiram tanaman, ” tambahnya.

Sebelumnya, kepala UPT Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sulsel Meisy Papayungan menjelaskan, selama penanganan, untuk sementara, korban diinapkan di shelter atau rumah singgah yang bernama Rumah Aman di kawasan Antang.

“Kondisi fisik korban semakin membaik. Dia juga doyan makan. Mungkin karena selama ini hanya diberi makan satu kali satu hari,” jelasnya.

Setiap pagi, Mansyur akan dibawa ke P2TP2A untuk ditangani dan dibawa kembali ke shelter setelah jam pulang kantor.

Saat ditemui di P2TP2A kemarin, kondisi korban mulai membaik. Dia cukup ramah dan mudah berinteraksi dengan orang di sekitarnya.(Ical|Darma)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close