BeritaMakassarNewsPolitikREDAKSISulawesi

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sulsel, H. Andi Ansyari A. Mangkona melakukan sosialisasi Perda Sulsel Nomor 04 Tahun 2014, Di Kabupaten Soppeng.

Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DPRD Sulsel, H. Andi Ansyari A. Mangkona melakukan sosialisasi Perda Sulsel Nomor 04 Tahun 2014, tentang Perlindungan lahan pertanian berkelanjutan, di Dusun Akkampeng, Desa Maccile, Kecamatan Lalabata,Kabupaten Soppeng, Minggu 3 November 2019.

Legislator DPRD sulsel itu, menjelaskan beberapa isi yang tertuang dalam Perda Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan.

“Perda 04/2014 ini adalah bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi dan DPRD Sulsel atas nasib lahan pertanian dan para petani yang banyak menggunakan lahan atau tanah sebagai tempat mencari nafkah”

“Pertumbuhan pangan berdasar deret hitung sedangkan pertumbuhan manusia berdasar deret ukur. Untuk itu Perda 4/2014 ini sangat vital untuk menjaga keberlangsungan pemenuhan pangan bagi rakyat Indonesia,” Pungkasnya

Menurut Andi Ansyari, panggilan akrabnya, kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya perlindungan lahan bagi masyarakat petani di sulsel,khususnya di kabupaten soppeng ini, Sehingga, masyarakat Indonesia khususnya yang ada di Provinsi Sulsel tidak lagi yang tidak tahu soal aturan perlindungan lahan pertanian.

Pertimbangan Perda ini dibuat, jelas A. Ansyari, adalah kebutuhan pangan sebagai Hak Asasi Manusia (HAM).

Sebagian besar atau sekitar 70-80 persen masyarakat Indonesia khususnya di Sulsel adalah bertani.

Pemerintah berkewajiban menjaga keberlangsungan dan peningkatan taraf hidup penduduknya.

Itulah mengapa, pemerintah berkepentingan untuk menjamin kegiatan mayoritas warganya untuk terus tumbuh dan berkembang yang ujung ujungnya pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

Pada pertemuan ini, hadir juga beberapa tokoh masyarakat dan tokoh petani yang jumlahnya 200 orang peserta.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close