BeritaMakassarNasionalNewsSulawesi

Harkesnas, Gubernur Sulsel Minta Jajaran Kolaborasi Berantas Stunting

Compaksulawesi.Com

Selasa, 12/11/2019

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah meminta jajarannya menjadikan momentum Hari Kesehatan Nasional (Harkesnas) untuk berkolaborasi dalam pemberantasan stunting. Kolaborasi harus dilakukan hingga ke tingkat desa.

“Sulsel ini sebagai salah satu penyanggah pangan nasional harusnya stunting itu nggak boleh terjadi. Maka kita minta kepada seluruh jajaran kesahatan supaya menjadikan momentum Hari Kesehatan Nasional ini untuk lebih berkolaborasi mulai dari tingkat pusat sampai ke tingkat desa,” kata Nurdin usai memimpin upacara peringatan Harkesnas di Rujab Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Selasa (12/11/2019)

Nurdin yakin stunting dapat dicegah dengan kolaborasi dan sinergi dari pusat hingga ke aparat desa. Agar kolaborasi itu mudah dilakukan, maka database penduduk di Sulsel juga harus diperbaiki.

“Termasuk data penduduk, tingkat pendapatan, dan kita juga harus punya data mengenai riwayat kesehatan (setiap warga). Apalagi (ibu) yang sementara dalam kondisi hamil, ini harus kita fokuskan,” ujarnya.

Dengan data kependudukan yang baik, ibu hamil dengan ekonomi lemah dapat segera dipantau dan diberikan program agar stunting dapat dicegah. Nurdin menyebut yang terpenting dalam pencegahan stunting ialah antisipasi dini sejak bayi dalam kandungan.

“Nah kalau kita punya database, seperti ketika terdeteksi hamil, kita sudah lihat riwayat pendidikan, pekerjaan, itu kan penting, apalagi sangat berpengaruh oleh gizi,” kata Nurdin.

Nurdin mengungkapkan jumlah stunting di Sulsel terus menurun. “Sudah di bawah 10 persen dari jumlah penduduk 10 juta (orang),” ungkapnya.

Untuk tahun 2020 mendatang, Nurdin mengatakan Pemprov Sulsel telah menyiapkan anggaran cukup besar untuk pencegahan stunting. “Kita sekarang memberikan daerah Rp 100.000.000 untuk (program) mengawali supaya jangan lagi terjadi stunting,” paparnya.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Bachtiar Baso mengatakan pihaknya sudah membuat program pencegahan stunting. Salah satunya program sejak 1.000 hari pertama kehidupan.

“Jadi pemberantasan itu kita harus awali dari hulu, yang kita selesaikan dengan pencegahan ketika ibu ini masih proses hamil. Itu sudah harus diselesaikan. Sementara dalam kehamilannya itu kita pantau,” kata Bachtiar.

Pemantau terus dilanjutkan dari ketika bayi lahir hingga berusia 2 tahun. Dikatakan Bachtiar, masa perkembangan otak bayi ialah dari lahir hingga usia 2 tahun.

“Kalau sudah 2 tahun kita sukses Insyaallah dalam perkembangan ke depannya ini anak-anak bisa tercegah dari stunting. Itu 1000 hari pertama kehidupan,” ujarnya.(*)

Penulis : Muh. Rizki

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close