Berita

Sibuk Kegiatan Sosial, Ini Cara Liestiaty, Ketua PKK sekaligus Istri Gubernur Sulsel Bagi Waktunya

Inilah rahasia Liestiaty Fachruddin Hingga Buat Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Selalu Nyaman.

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel atau TP Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sulawesi Selatan Ir Liestiaty Fachrudin Nurdin M.Fish saat ini banyak disibukkan dengan berbagai kegiatan sosial.

Di antaranya mengupayakan anak-anak di daerah ini memiliki taman bermain dan melanjutkan pendidikan bagi anak-anak miskin.

Termasuk membantu ibu-ibu rumah tangga yang punya usaha kerajinan agar produknya mendapat pasar.

Lalu apa yang ingin dicapai dan bagaimana ia membagi waktu antara mengurus suami, mengajar di Universitas Hasanuddin, dan mengurus PKK?

Berikut adalah Rilis hasil wawancara eksklusif dari jurnalis Tribun Timur Risaldy dengan istri Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, beberapa waktu lalu.

Wawancara berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jl Jenderal Sudirman, Kota Makassar.

Wawancara berlangsung cair. Liestiaty Fachruddin didampingi Direktur Perusda Sulsel Taufik Fachrudin.

Kesibukan terakhir saya itu seperti agenda rutin biasa. Turun ke masyarakat dan menyerap semua aspirasi masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga.

Baru-baru ini alhamdulillah program bantuan sembako gratis 10 ribu paket untuk masyarakat telah tersalurkan pada Ramadan lalu.

Senin kemarin, saya dan teman-teman PKK dan Forum Kesejahteraan Masyarakat Makassar menyambangi pemukiman padat penduduk.

Pada kesempatan itu, PKK memberikan alat tulis belajar kepada anak prasejahtera. Ada tas dan di dalamnya ada buku dan pensil serta pulpen. Alhamdulillah kita semua senang dan berembug bersama.

Kesibukan terakhir saya itu seperti agenda rutin biasa. Turun ke masyarakat dan menyerap semua aspirasi masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga.

Baru-baru ini alhamdulillah program bantuan sembako gratis 10 ribu paket untuk masyarakat telah tersalurkan pada Ramadan lalu.

Senin kemarin, saya dan teman-teman PKK dan Forum Kesejahteraan Masyarakat Makassar menyambangi pemukiman padat penduduk.

Pada kesempatan itu, PKK memberikan alat tulis belajar kepada anak prasejahtera. Ada tas dan di dalamnya ada buku dan pensil serta pulpen. Alhamdulillah kita semua senang dan berembug bersama.

Bagaimana perbandingan kesibukan sebagai istri gubernur dibanding saat masih istri bupati?

Sama sibuknya.
Saya masih tetap suka turun kalau ada keluhan masyarakat. Di Bantaeng saya juga begini. Saya tidak mau asal mendengar ada keluhan masyarakat. Tapi saya mau cek langsung.

Anda saya dengar masih jadi dosen di Unhas. Masih tetap juga mengajar di kampus?

Mengajar itu kewajiban kita sebagai dosen. Jadi saya tetap mengajar. Kendati kini kami mengajar secara tim. Selain mengajar, saya juga masih membimbing mahasiswa yang ingin menyelesaikan studinya.

Karena sibuk, kadang ada mahasiswa saya yang menemui saya di rujab untuk bimbingan. Saya nikmati semua tanggungjawab ini.

Cara membagi waktu ya saya membentuk tim di Kampus. Saya mengajar soal pencemaran laut di Universitas Hasanuddin.

Apa saja program kegiatan yang telah dan akan dilakukan PKK Sulsel?

PKK Sulsel saat ini lebih kepada aksi nyata. Untuk aksi atau turun langsung ke lapangan itu tidak mesti rapat dengan bertemu. Cukup lewat whatsApp kita bisa membuat aksi dan menyuusun program strategis.

Ya manfaatkan digitalisasilah untuk mengefesiensikan waktulah. PKK data ini juga telah memiliki administrasi yang bagus.
Pokja telah terbentuk dan sebagian besar fokus pada kesehatan dan sosial. Di sektor kesehatan, ada divisi pencegahan kanker.
Kedepan, PKK berharap pemerintah bisa bersama PKK dalam memberikan gizi yang baik kepada masyarakat khususnya para anak anak.

Kenapa anak anak ini perlu diberikan gizi yang baik, agar tumbuh kembangnya bisa menjadi anak yang sehat dan berilmu.
Sulsel menjadi tuan rumah perayaan Hari Anak Nasional 23 Juli mendatang.

Apa peran PKK Sulsel nanti pada event ini?

Ya. Saya sudah rapat dengan panitia. Dalam momentum ini, PKK harus tampil beda. Penekanan PKK sendiri yakni mengoptimalkan taman bermain anak di kawasan publik.

Pokoknya Sulsel harus ramah anak. Waktu di Bantaeng, alhamdulilah kita meraih predikat kota ramah anak. Semoga dengan kerjasama kita banyak pihak, hak-hak anak bisa terpenuhi yah.
Amin.

Dalam waktu dekat ini, kami di PKK telah merencanakan membuat tiga obyek taman bermain baru untuk anak. Tahap awal kita fokus di Makassar. Untuk lokasinya rencana di BTP, Antang, Toddopuli.

Tiga lokasi ini sangat layak, pasalnya banyak terdata anak anak di wilayah tersebut.
Konsepnya kita memilih taman bermain seperti di Jepang. Yang hijau dan jauh dari asap rokok.

Ibu Lies sewaktu menjabat Ketua PKK Bantaeng mampu membuat nol persen kasus kematian ibu melahirkan di Bantaeng. Apa saja waktu itu Ibu Lies lakukan?

Waktu itu saya selalu bawah ibu pejabat ke desa. Saya biasakan para ibu-ibu pejabat melihat, dan membiasakan mereka untuk berempati kepada masyarakat.

Salah satunya kalau mau melahirkan, mereka (ibu) bisa menelpon nomor para anggota PKK atau para pejabat agar mereka turun langsung.

Saya tidak mau dengar ada keluhan, nah dari kebiasaan itu, kita semua para ibu ibu di Pemkab Bantaeng sangat akrab dengan masyarakat khususnya ibu ibu.

Selain itu, di Bantaeng ada ambulans yang memadai sehingga banyak pelayanan yang berlangsung di ambulans.

Tak hanya itu, ada juga dokter yang siaga, sehingga risiko cepat tertangani.

Bagaimana peran PKK Sulsel dalam upaya mengurangi masih tingginya angka kasus kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir di Sulsel?

kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir.
Setiap ketemu para istri bupati atau istri wali kota, saya selalu bilang ke mereka, Bu tidak semua orang dikasi amanah seperti kita.

Ini waktunya untuk berbuat ke masyarakat. Ini amanah yang diberikan untuk melakukan amal jariyah. Insyaallah berkah.

Sebagai istri gubernur dan ketua PKK serta membina beberapa organisasi, tentu Ibu Lies sangat sibuk. Lalu bagaimana dengan tugas mengurus anak dan suami?

Alhamdulillah, anak-anak semua sudah berkeluarga. Jadi tak terlalu diurus seperti anak kecil. Saya sama bapak fokus dengan tugas masing-masing.

Cuma prinsip saya, mengurus suami itu hal utama. Saya lebih baik tidak menjabat apa-apa, yang penting saya bisa selalu temani suami.

Pernah waktu Bapak mau berakhir masa jabatannya sebagai Bupati Bantaeng, nama saya gencar didorong agar maju sebagai calon Bupati Bantaeng. Saat itu kan mau Pilkada Bantaeng.

Hasil survei, katanya, elektabilitas saya sangat bagus. Mengalahkan beberapa nama terkenal di Bantaeng.

Tapi waktu itu saya tolak. Saya bilang, saya mau fokus urus suami saja. Lebih baik saya tak menjabat bupati daripada suami hilang. Hehehe…

Boleh tahu bocoran makanan kesukaan suami?

Bapak itu yang jelas suka makanan yang ada cobek dan sayur campurnya.

Kesukaan lainnya?

Intinya, bapak itu kalau pulang kerja sering bercerita ke saya dia kemana ketemu dengan siapa.

Kalau nonton itu bapak harus ditemani. Sekali sekali dipijit juga. Hehee…Makanya apa pun kesibukan saya, kalau Bapak sudah mau pulang ke rumah, saya harus lebih dulu ada di rumah.

Kalau bapak sudah di rumah, saya tidak mau ke mana-mana. Itulah kebiasaan saya.

Dengan banyak kesibukan, tentu membuat tingkat stres juga tinggi. Apa yang Anda lakukan agar bisa mengendalikan stres dan tetap bahagia?

Selalu berpikir positif sajalah.
Anda makin sibuk. Tapi kami jarang mendengar ibu sakit? Apa tipsnya ibu selalu sehat?

Shalat lima waktu dan olahraga senam (yoga). Intinya hati selalu ikhlas.

Apa harapan Anda?

Karena saya dosen pencegahan pencemaran laut, saya berharap masyarakat tidak membuang sampah sembarang apalagi ke laut.

Dari uji lab kami di Unhas, beberapa ikan di Sulsel itu ditemukan telah mengandung mikro pelastik. Ini penelitian 2016.

Nah, kedepannya bagaimana kita menjaga kebersihan, dan kurangi penggunaan plastik. (*)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close