BeritaPemkot Makassar

Mengukur Kinerja Pemkot Melalui Aplikasi E-Kinerja

Compaksulawesi – Makassar : Kepala Bidang Kinerja dan Pengawasan BKPSDM Kota Makassar, Munandar, mengakui sistem pembayaran berbasis aplikasi keuangan negara bernama E-Kinerja baru diterapkan pada Januari 2020.

Sehingga, kata dia, perlu mengadakan bimbingan teknis kepada seluruh pegawai SKPD secara bertahap, sampai ke level paling bawah.

“Kita harus paham, ini akan memberi kemudahan untuk melakukan input aktivitas, melakukan validasi sehingga tidak ada yang merasa perlu dirugikan,” kata dia, Senin, 2 Maret 2019

Aplikasi E-Kinerja sudah melalui proses pengkajian pada 10 kota besar sebelum diterapkan di Kota Makassar. Dia mengatakan Kota Makassar paling terakhir menerapkan sistem tersebut.

“Aplikasi ini sudah sangat mudah, sudah dikaji, sudah diaplikasikan di beberapa Kota besar sebelum Makassar.

Terkait sosialisasi yang minim kepada seluruh SKPD lingkup Pemerintah Kota Makassar, Munandar membantah hal tersebut, ia mengatakan pihaknya sudah sering kali melakukan sosialisasi.

Sosialisasi tersebut, antara lain, pada bulan Desember di Hotel Gammara dan melibatkan seluruh Kasubag Kepegawaian, dan di Hotel Golden Tulip, serta beberapa kali di Balai Kota Makassar.

“Tapi baru secara sah karena memang sudah disetujui oleh Pemerintah pusat, oleh DPRD dan sudah ada peraturannya, sudah sah. Jadi apanya lagi, ini sudah jalan,” kata dia.

Dia mengatakan, melalui pertemuan dengan seluruh SKPD dan pihak kecamatan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dan sudah tak ada persoalan.

“Kami juga datang ke beberapa SKPD setiap saat Kami datang. Kita semua benahi gradenya, mulai dari operator, hingga supir, seperti itu. Seperti SKPD yang bekerja di lapangan seperti sopir, sudah ternilai otomatis 100 persen,” kata dia.

Saat ditanya soal sistem aplikasi E-Kinerja, ia mengatakan penilaian berdasarkan kehadiran dan kinerja.

“Penilaiannya 30 persen kehadiran dan 70 persen kinerja,” paparnya.

“Misalnya di SKPD A, di klik di situ, sudah terinci semua kinerjanya. Ya tinggal di klik, semua sudah ada jenis kegiatannya, tetapi yang jadi masalah kalau tidak melakukan input aktivitas, itu untuk dasar pertanggungjawaban,” sambungnya.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close