Berita

Aksi Sekolah Alam Awo’lagading Tanggap Corona: Bersama Lawan Pandemi COVID-19

Compaksulawesi.com — Bulukumba — Ditengah upaya pemerintah menanggulangi pandemic corona (covid-19) yang semakin meluas, Sekolah Alam Awo’ la Gading Desa Bialo ikut andil dalam upaya bersama lawan Corona.

Gerakan yang dimulai sejak (5/4)tersebut dimulai dengan mengumpulkan donasi dari berbagai pihak. Untuk membantu mencegah dan melawan penyebaran wabah virus corona. Donasi yang diterima tidak berupa uang, akan tapi berupa bahan untuk pembuatan masker seperti kain, dan karet pengikat. Selain itu, Beberapa penjahit di daerah setempat ikut bergerak secara sukarela membantu kegiatan sosial ini dengan menyisihkan waktunya untuk membantu memproduksi masker. Dimana masker yang di produksi pada hari pertama mencapai kurang lebih 150 buah masker kain. Masker ini akan dibagikan kepada masyarakat setempat sekaligus sosialisasi bagamana mencegah penyebaran covid19 dan bagaimana cara membersihkan masker dengan benar.

Adapun sasaran pembagian masker ini meliputi beberapa kalangan, baik anak-anak, ramaja, dewasa bahkan lansia. Terutama para laki-laki yang mengharuskan mereka bekerja di luar untuk memenuhi kubuthan rumah tangga.

Pembina sekolah alam, Agusriadi maula, mengatakan gerakan ini mencerminkan kepedulian anak-anak, pemuda dan pemerhati terhadap ruang lingkup sosial khususnya bagi kesehatan yang sekarang menjadi topik perbincangan secara global.

“Untuk dari itu kami mengajak teman-teman dari sekolah alam untuk ikut mengambil barisan dalam membatu pencegahan virus corona. Selain itu hal ini juga merupakan langkah awal untuk membangun sikap kepedulian terhadap sesama, dimana kita saling bahu membahu dalam menjalankan kehidupan sosial dalam masyarakat.” Katanya.

Di sisi lain, dalam mencegah kekhawatiran masyarakat perihal berkurangnya alat-alat pelindung diri yang tersedia di apotek secara swadaya, para Tentor Sekolah alam berinisiatif untuk membuat cairan pembersih tangan atau hand sanitizer dengan memanfaatkan bahan seperti RAUNG BIULU (daun sirih), jeruk nipis, serta bahan alami lainnya. Bahan-bahan tersebut banyak tersedia di sekitaran rumah warga. Berbekal pengetahuan dari tenaga medis dan teman-teman apoteker bahan-bahan tersebut dapat menggantikan hand sanitizer yang dipasarkan di apotek. Sehingga dalam proses pembuatan hand sanitizer ini, dapat diproduksi sebanyak 20 liter hand sanitizer alami

Kegiagatan sosial ini Bukan hanya menitik beratkan pada gerakan kesehatan fisik tetapi juga menekankan pada aspek kesehatan mental dan psikososial, Ketua Sekolah Alam, Riskayadi menuturkan selain berbagi masker dan hand sanitizer, ‘gerakan ini juga bertujuan memberikan edukasi dan informasi tentang pola hidup bersih dan sehat kepada warga. Sebagai tambahan, munculnya stress, stigma, kontroversi, bahkan diskrimnasi seperti yang terlihat di media, kita juga mengingatkan warga untuk tidak panik namun tetap waspada’. (Darma)

 

Citizen Reporter : Mahirah

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close