Pemkot Makassar

Camat Tunggu SK Walikota Untuk Penerapan PSBK.

Compaksulawesi.com– Bulukumba — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar saat ini masih melakukan kajian untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Kecil (PSBK) terkait pandemi Covid 19 atau Virus Corona di Makassar.

 

Dari hasil rapat Tim Gugus Covid 19 pekan kemarin, tercatat ada empat kecamatan dipersiapkan akan menerapkan PSBK di Makassar, diantaranya Kecamatan Rappocini, Kecamatan Tamalate, Kecamatan Makassar, dan Kecamatan Ujung Pandang.

Hanya saja, untuk menerapkan PSBK, para pihak menunggu izin Gubernur dan SK Wali Kota Makassar, sebagai payung hukum pelaksanaan kebijakan sosial ini.

Camat Tamalate Hasan Sulaiman mengatakan untuk menerapkan PSBK, pihaknya masih menunggu Surat Keputusan (SK) Wali Kota Makassar.

Menurut dia, meski sebelumnya telah di lakukan rapat koordinasi bersama Pj Walikota Iqbal Samad Suhaeb, beserta Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah mengenai penerapan PSBK, pihaknya mengaku tidak serta merta menerapkan kebijakan ini.

“Ini harus ada SK, agar jelas payung hukumnya. Tentu didalam Sk itu tercatat panduan penerapan PSBK,” ujar Hasan Minggu (12/4).

Sementara disaat rapat koordinasi mengenai penerapan PSBK, para camat yang wilayahnya akan diterapkan PSBK diminta melakukan :

1. Mendirikan posko terpadu,
2. Membatasi aktivitas warga baik yang ada didalam maupun yang akan masuk ke wilayah itu.
3. Setiap warga yang akan masuk ke wilayah PSBK di dilakukan pengecekan suhu tubuh dan penyemprotan disinfektan.
4 . Telah ditentukan pembatasan operasional tempat usaha, pembatasan kegiatan aktifitas ibadah.
5. Warga diminta melakukan ibadah di rumah masing-masing.
6. Setiap warga yang kluar rumah wajib mengenakan masker.
7. Kendaraan yang akan memasuki wil PSBK dikecualikan untuk distribusi logistik atau petugas yang telah ditentukan.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Camat Ujung Pandang, Zulkifli Nanda. Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerapkan PSBK.

Menurut dia, sebelum melakukan PSBK diwilayahnya dibutuhkan payung hukum, berupa SK Walikota.

“Masih tunggu SK Walikota dik” katanya dikonfirmasi via telpon.

Ia mengungkapkan, terkait dengan penerapan PSBK ditahap awal, pihak kecamatan tidak melakukan PSBK secara keseluruhan.

Adapun wilayah yang akan menerapkan PSBK ini hanya kelurahan yang di anggap darurat (zona merah).

Di Kecamatan Ujung Pandang sendiri, pihaknya hanya akan menerapkan di Kelurahan Pisang Selatan, dan Kelurahan Lajangiru.

Selain itu, juga akan diterapkan di Kecamatan Makasar untuk Kelurahan Lariangbangi, Kecamatan Rappocini untuk Kelurahan Buakana dan Kelurahan Banta-bantaeng, dan Kecamatan Tamalate di Kelurahan Tanjung Mardeka.

Sementara Kadis Kesehatan Makassar, Naisyah Tun Azikin mengatakan adapun kasus positif yang cenderung meningkat di Makassar itu berada di wilayah kecamatan Tamalate dan Rappocini, serta kecamatan lainnya.

“Ini sudah masuk unsur untuk dilakukan PSBK. Untuk mengakurasi data dibutuhkan kerjasama, karena selama ini pihak kami sering mengunjungi alamat yang terjangkit namun ada juga yang tidak sesuai alamatnya sehingga dibutuhkan kerjasama,” katanya.

Ia juga mengaku akan melibatkan seluruh unsur dan mengedukasi lewat masjid posyandu.

Terpisah, PJ Wali Kota Makassar, Iqbal Samad Suhaeb mengatakan, penerapan PSBK dilakukan diwilayah yang telah dikaji langsung oleh Tim Gugus Covid dan Universitas Hasanuddin.

“Mencermati perkembangan situasi untuk dilakukan PSBK dalam rangka menghambat penyebaran covid-19 yang masuk,” katanya.

Iqbal sendiri mengakui, bahwa dirinya ingin menerapkan seluruh kota dilakukan PSBK, hanya ada ketentuan dan harus memenuhi syarat.

Sementara data kasus Covid di Makassar seperti yang dikutip website resmi gugus tugas Covid Makassar diantaranya,

– Kategori ODP sebanyak 497 kasus, sudah selesai 123 orang, dan masih pantauan 365.
– Kategori PDP sebanyak 197 kasus, meninggal 16, sehat 34, dan masih dirawat 147.
– Kategori Positif sebanyak 105, dirawat 79, meninggal 12, dan 14 sembuh. (Muh.Rizki|Darma).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close