Berita

Ketua APINDO Makassar Harap Stimulus Ekspor Impor Segera Diberlakukan.

Compaksulawesi.com- Makassar — Pemerintah menggulirkan sejumlah stimulus untuk menjaga perekonomian akibat virus corona. Salah satu yang dilakukan adalah mendorong integrasi Indonesia National Single Window (INSW) dengan Inaportnet melalui pembentukan National Logistics Ecosystem untuk mengurangi biaya logistik di pelabuhan.

Pemerintah pun menyederhanakan berbagai ketentuan Larangan-Pembatasan (Lar-Tas) atau Tata Niaga Ekspor seperti SVLK, Health Certificate, serta Surat Keterangan Asal.

Selain itu juga melakukan pengurangan terhadap Lar-Tas Impor dan percepatan proses impor yang dilakukan oleh 500 importir terpercaya (reputable importer) untuk memperlancar masuknya bahan baku dan bahan penolong untuk industri.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Makassar, Muammar Muhayang berharap stimulus itu bisa berjalan April 2020.

“Mudah-mudahan bisa berjalan April ini dan bisa membantu untuk tetap berproduksi dan mengatasi kelangkaan bahan baku yang memang dibutuhkan dunia industri,” katanya.

Ia menjelaskan, belum ada data pasti terkait ekspor melalui Makassar.

“Saya belum dapat data pastinya, saya cuma dengar dari diskusi informal (penurunan ekspor) sampai 20 – 30 persen,” katanya.

Berdasarkan data Bea Cukai sejak awal tahun hingga 28 Maret 2020 realisasi impor menurut devisa sebanyak US$ 1,9 miliar.

Sementara ekspor lebih tinggi yakni US$ 3,12 miliar, artinya neraca perdagangan surplus US$ 1,22 miliar.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel merilis nilai ekspor dan impor selama bulan Januari dan Februari.

Nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan Sulawesi Selatan pada bulan Februari 2020 tercatat mencapai US$
98,46 Juta.

Angka ini mengalami peningkatan sebesar 39,32 persen bila dibandingkan nilai ekspor bulan Januari 2020
yang mencapai US$ 70,67 Juta. Selaras dengan hal itu, capaian Februari 2020 tercatat mengalami peningkatan
sebesar 47,24 persen dari kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 66,87 Juta.

Lima komoditas utama yang diekspor pada Februari 2020 yaitu Nikel; Besi dan Baja; Kakao; Garam, Belerang dan
Kapur; serta Ikan, Udang dan Hewan Air Tidak Bertulang Belakang Lainnya; dengan distribusi persentase masing-
masing sebesar 67,99 persen, 6,90 persen, 6,27 persen, 4,85 persen dan 3,59 persen.

Sebagian besar ekspor pada bulan Februari 2020 ditujukan ke Jepang, Tiongkok, Malaysia, Bangladesh, dan Korea Selatan dengan proporsi masing-masing 70,63 persen, 12,52 persen, 6,40 persen, 1,70 persen, dan 1,59 persen.

Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah memimpin langsung konferensi pers ini melalui live streaming via akun YouTube, Rabu (1/4/2020).

Negara tujuan ekspor Sulawesi Selatan pada bulan Februari 2020 dengan nilai lima terbesar yaitu ke Jepang dengan nilai sebesar US$ 69,54 juta (70,63 persen); disusul Tiongkok dengan nilai
US$ 12,33 juta (12,52 persen); Malaysia dengan nilai US$ 6,30 juta (6,40 persen); Bangladesh dengan nilai US$ 1,67 juta (1,70 persen) dan Korea Selatan dengan nilai US$ 1,57 Juta (1,59 persen) dari
total nilai ekspor Sulawesi Selatan.

Dibandingkan dengan bulan Januari 2020 nilai ekspor ke Jepang meningkat sebesar 23,54 persen, nilai ekspor ke Tiongkok naik sebesar 58,28 persen, nilai ekspor ke Malaysia meningkat sebesar 3837,50 persen, nilai ekspor ke Korea Selatan meningkat sebesar 84,71
persen.

Jika dibandingkan dengan bulan Februari 2019 maka nilai ekspor ke Jepang mengalami peningkatan sebesar 74,07 persen, nilai ekspor ke Tiongkok naik sebesar 4,14 persen, nilai ekspor ke Malaysia naik sebesar 24,75 persen, nilai ekspor ke Korea Selatan naik sebesar 227,08 persen.

Sementara itu, Nilai Impor barang yang dibongkar lewat beberapa pelabuhan di Provinsi Sulawesi Selatan pada bulan Februari 2020 tercatat mencapai US$ 52,87 Juta.

Angka ini mengalami penurunan 56,07 persen bila dibandingkan nilai impor bulan Januari 2020 yang mencapai US$ 120,34 juta.

Sejalan dengan itu, capaian Februari 2020 tercatat mengalami penurunan sebesar 50,48 persen dari kondisi
bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 106,76 juta.

“Kami baru akan umumkan nilai ekspor dan Import di Bulan Maret pada Bulan Mei 2020,” kata Yos. (Muh.Rizki|Darma)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close