Berita

Satpol PP Kota Makassar Tutup Paksa 3 Panti Pijat di Tengah Merebaknya Covid 19

Compaksulawesi.com — Makassar — Tim Penegakan Hukum Daerah Kota Makassar, melakukan penutupan panti pijat dan penjual Minuman Keras (Miras) di Jl Mallengkeri, Makassar, Rabu (18/12).

Tim Penegakan Hukum ini terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kota Makassar, Kepolisian Republik Indonesia (Polri), pihak Polisi Militer, Pengadilan Negeri Makassar, dan Kejaksaan Negeri Makassar.

Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata, Andi Karunrung mengatakan, penutupan tiga panti pijat karena melanggar peraturan daerah nomor 5 tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata.

Dua panti pijat Makmur dan Ratu Pelangi izinnya pindah tempat dan dekat dengan rumah ibadah.

Sementara itu, Panti Pijat Citra tak memiliki izin.

“Hari ini kami tutup karena melanggar izin,” katanya.

Andi Karunrung juga meminta partisipasi masyarakat, supaya melaporkan operasional panti pijat yang tak memiliki izin.

Kepala Seksi Penegakan Bidang Penegakan Perda Satpol PP Makassar, Muhammad Muflih, menyampaikan, tim penegak perda turun setelah melihat laporan dari Dinas Pariwisata.

“Hari ini kita langsung tutup, dan panti pijat ini tak boleh buka sepanjang tak ada izin dari Dinas Pariwisata,” katanya.

Ketika panti pijat ini buka tanpa izin, maka tim penegak hukum daerah bisa melakukan gugatan ke pengadilan, ancaman hukuman berupa denda sebesar Rp 50 juta.

Muhammad Muflih juga menyampaikan, tim satpol PP Makassar menyita puluhan dos minuman keras ilegal di Ruko kawasan Jl Mallengkeri.

“Ini menjual tidak pada tempatnya yang sesuai dengan aturan dalam perda,” katanya.

Tokoh penjual minuman keras jenis bir itu melanggar Perda No 4 Tahun 2014 mengenai pengendalian miras, Dalam Perda ini, miras hanya bisa dijual di hotel, Pub, tempat Karaoke, diskotik dan bar.(*) (Muh.Rizki|Darma).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close