BeritaMakassarPemkot MakassarSulawesi

Pemkot Makassar Resmi Berlakukan Uji Coba PSBB, HARI INI..!!

Ismail Haji Ali : Akan Ada Pemberhentian Sementara Aktifitas Warga Di Tempat Atau Fasilitas Umum

compaksulawesi.com, Makassar : Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan menggelar uji coba pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala besar (PSBB) pada 21-23 April 2020 mendatang. Penindakan secara resmi bakal mulai dilakukan pada Jumat 24 April 2020 selama dua pekan ke depan. PSBB inipun dapat diperpanjang jika dianggap perlu.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar, Ismail Hajiali menjelaskan, sejumlah poin penting yang diatur dalam rancangan Peraturan Wali Kota Makassar yang sedang digodok yakni aturan aktivitas di luar rumah.

Misalnya penutupan sekolah dan siswa diminta belajar di rumah, proses bekerja akan dibatasi dan diganti bekerja di rumah (work from home), tempat ibadah ditutup sementara namun dibolehkan memutar adzan di masjid dan membunyikan lonceng di gereja.

Selain itu, akan diberlakukan pula penghentian sementara aktivitas penduduk di tempat atau fasilitas umum dengan audiens di atas lima orang, penghentian sementara aktivitas sosial budaya yang menimbulkan kerumunan orang, pembatasan penggunaan moda transportasi untuk pergerakan orang dan barang. Kemudian warga yang beraktivitas di luar rumah wajib mengenakan masker.

“Untuk moda transportasi, semua moda baik udara, darat dan laut, baik sifatnya umum dan pribadi tetap berjalan dengan pembatasan jumlah penumpang hanya 50 persen. Menerapkan jarak aman antar penumpang. Kendaraan roda dua baik umum dan pribadi dilarang membawa penumpang selain barang,” kata Ismail, Sabtu 18 April 2020.

Sementara menurut dia, terdapat pengecualian untuk aktivitas pekerjaan pemenuhan kebutuhan pokok, baik itu penyediaan, pengolahan maupun pengiriman.

“Juga dikecualikan untuk aktivitas pekerjaan di sektor kesehatan, energi, komunikasi dan teknologi informasi, media cetak dan elektronik maupun online, keuangan, perbankan dan sistem pembayaran, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai obyek vital nasional dan obyek tertentu,” bebernya.

Sementara itu, untuk fasilitas umum pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari menurut Ismail akan tetap dibuka.

Beberapa fasilitas umum yang tetap buka dengan menerapkan physical distancing yakni rumah sakit, puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya. Selanjutnya pasar rakyat, toko swalayan berjenis minimarket, supermarket, perkulakan dan toko khusus baik yang berdiri sendiri maupun yang berada di pusat perbelanjaan.

Toko atau warung kelontong, jasa binatu atau laundry, toko bangunan serta toko ternak pertanian juga diperkenankan buka. Untuk usaha penyedia makanan dan minuman dilakukan dengan sistem dibungkus atau take away.

Penulis : Muh.Rizki

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close