Berita

Sejumlah Calon Penumpang Di Bandara Hasanuddin Kecewa Karena Gagal Mudik

Compaksulawesi.com — Maros — Sejumlah calon penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, Sulawesi Selatan, mengaku kecewa atas larangan mudik Lebaran menyusul pandemi Corona (COVID-19). Mereka mengaku bingung atas kebijakan ini, khususnya larangan penerbangan.

“Ini kan pengumumannya sangat mendadak sekali. Saya ini dari Pinrang, mau pulang kampung ke Tarakan. Kecewanya karena tidak ada pengumuman sama sekali dari awal. Ini makanya saya bingung, mau balik lagi ke Pinrang atau bagaimana, karena tidak jelas ini,” kata seorang calon penumpang, Darniana, di lokasi, Jumat (24/04).

Menurutnya, pihak maskapai juga tidak memberikan kepastian apakah jadwal penerbangan yang sesuai dengan tiketnya itu akan diberangkatkan hari ini atau tidak. Sebab, pihak maskapai juga masih menunggu kejelasan dari Pemerintah.

“Tadi awalnya tidak bisa diberangkatkan, ini sekarang bisa lagi. Kan tidak jelas. Katanya mereka juga masih menunggu kejelasan dari pemerintah. Makanya saya memilih minta pengembalian uang saja,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Otoritas Bandara Wilayah V Makassar Baitul Ikhwan mengatakan pemberlakuan penghentian penerbangan di Bandara Hasanuddin masih dalam masa transisi untuk hari ini. Hingga pukul 11.00 Wita, penerbangan domestik pun masih tetap dibuka.

“Aturannya memang mulai tanggal 24 hari ini sampai tanggal 1 Juni. Tapi kan untuk dunia penerbangan itu ada masa transisi. Saat ini masih ada pelayanan penerbangan. Kami juga masih menunggu keputusan dari Dirjen ini kapan batasnya transisinya,” kata Baitul saat ditemui.

Meski ada aturan pelarangan mudik, semua Bandara yang ada di wilayah V tetap akan beroperasi, utamanya untuk melayani penerbangan kargo. Namun tidak akan ada lagi pelayanan untuk penerbangan komersial.

“Yah, ini kan penerbangan komersial aja yang ditiadakan sementara. Kalau untuk bandara, yah tetap kita buka. Utamanya untuk pelayanan kargo. Yah memang untuk komersil tidak ada lagi,” tuturnya.

Dari data penerbangan yang ada di bandara Hasanuddin, jumlah pergerakan pesawat, baik yang take off maupun landing, sebanyak 380 pesawat. Saat masa pandemi COVID-19 ini, jumlah penerbangan memang menurun hingga lebih dari 50 persen atau sekitar 130 pesawat per hari.

“Kalau data kami itu, pergerakan pesawat saat masih normal itu sekitar 380 per hari. Saat ini sih sisa 130-an lah karena Corona. Kalau kita asumsikan sampai 1 Juni nanti mungkin bisa 10 ribuan yang dibatalkan,” kata GM Bandara Hasanuddin, Wahyudi.

Seperti diketahui, larangan penerbangan domestik tertuang dalam Permenhub Nomor 25 Tahun 2020. Aturan ini dikeluarkan setelah ada kebijakan yang disampaikan Presiden Joko Widodo soal larangan mudik untuk memutus rantai penyebaran Corona. Khusus larangan penerbangan, ini berlaku di wilayah yang melaksanakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan yang masuk dalam zona merah.

Aturan larangan untuk semua moda transportasi berlaku dari 24 April hingga 31 Mei mendatang. Khusus penerbangan, hari ini masih diperbolehkan.

Juru bicara Kemenhub, Adita Irawati, mengatakan penerbangan penumpang domestik masih diizinkan beroperasi sampai dengan hari ini. Itu untuk melaksanakan kewajiban operator penerbangan melayani penumpang dengan reservasi lama, dan mulai hari ini tidak ada lagi reservasi baru.

“Mengingat karakteristik moda udara yang spesifik, kepada operator penerbangan diberikan kesempatan untuk melaksanakan kewajibannya kepada penumpang sampai dengan hari ini dengan reservasi lama dengan tetap menerapkan protokol kesehatan selama pandemi COVID-19. Mulai hari ini tidak ada reservasi baru,” kata Adita dalam keterangan tertulis Kemenhub, Jumat (24/4). (Rizki|Darma)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close