Berita

Update Virus Corona / Covid-19 Di Sulsel, Gejala Baru Corona Periksa Kaki

Compaksulawesi.com — Makassar — Update Virus Corona / Covid-19 di Sulsel: sudah 432 orang positif, gejala baru Corona, periksa kaki Anda.

Jumlah warga di Sulawesi Selatan ( Sulsel ) positif terinfeksi Virus Corona ( Covid-19 ) kini mencapai 432 orang hingga pada Sabtu (25/4).

Dari angka tersebut, ada 82 orang sembuh dan 36 orang meninggal dunia.

Sulsel kini berada di urutan kelima dalam jumlah kasus terbanyak di Indonesia.

Di atasnya ada DKI Jakarta urutan pertama (3.684 orang positif, 334 orang sembuh, 346 orang meninggal dunia).

Di urutan kedua, Jawa Barat (907 orang positif, 93 orang sembuh, 77 orang meninggal dunia)

Di urutan ketiga, Jawa Timur (77 orang positif, 133 orang sembuh, 75 orang meninggal dunia).

Di urutan keempat, Jawa Tengah (621 orang positif, 58 orang sembuh, 54 orang meninggal dunia).

Di urutan keenam, di bawah Sulsel, ada Banten (370 orang positif, 33 orang sembuh, 39 orang meninggal dunia).

Demikian data dilansir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Indonesia melalui laman covid19.go.id.

Data jumlah pasien sembuh dan meninggal di Sulsel dilansir Dinas Kesehatan Sulsel.

Data dari Dinas Kesehatan Sulsel, ada 98 orang sembuh dan 35 orang meninggal dunia, lalu, ada 962 Orang dalam Pemantauan (OdP) yang masih dipantau dan 2.5654 orang selesai dipantau.

Total OdP di Sulsel mencapai 3.616 orang,
Sementara, jumlah Pasien dalam Pengawasan (PdP) sebanyak 706 orang, dimana 383 di antaranya masih dirawat, 246 orang sembuh, dan 75 orang meninggal dunia.

Gejala Baru Virus Corona

Waspada, ada gejala baru Virus Corona.

Banyak orang yang terinfeksi Covid-19 melaporkan munculnya lesi dermatologis kecil di kaki mereka.

Tanda-tanda seperti campak itu kebanyakan dialami oleh anak-anak dan remaja.

Dilaporkan, lesi di kaki muncul sebelum gejala Virus Corona lain muncul.

Hal ini mungkin bisa menjadi tanda awal timbulnya penyakit Covid-19.

Untuk diketahui, lesi kulit adalah jaringan kulit yang tumbuh abnormal, baik di permukaan maupun di bawah permukaan kulit.

Temuan aneh ini telah dilaporkan dalam banyak kasus di beberapa negara, termasuk Italia, Perancis, dan Spanyol,” menurut penyataan yang dikeluarkan oleh Dewan Umum Perguruan Tinggi Podiatris (dokter spesialis masalah kaki) di Spanyol.

Dilansir IFL Science, Jumat (17/4/2020), lesi berwarna keunguan mirip cacar air atau chilblains (peradangan di pembuluh darah kecil yang ada di sekitar jempol kaki) itu muncul di sekitar jari kaki dan sering sembuh tanpa meninggalkan bekas di kulit.

“Dewan Podiatris mendesak perguruan tinggi dan anggotanya untuk sangat waspada. Karena ini (lesi di kaki) mungkin merupakan tanda deteksi Covid-19 yang dapat membantu mencegah penyebaran,” imbuh pernyataan dewan tersebut.

“Dewan Podiatris ingin mengingatkan para orangtua dan kemungkinan korban, mengingat sifat lesi yang jinak maka tanda ini harus dipantau. Termasuk munculnya gejala klinis lain yang merupakan karakteristik Covid-19, seperti batuk, demam, gangguan pernapasan, dan lainnya.”

Federasi Podiatris Internasional mengungkap temuan ini dalam laporan kasus yang menggambarkan seorang bocah laki-laki berusia 13 tahun tiba-tiba memiliki lesi di kaki berdiameter antara 5-15 milimeter bulan lalu.

Dua hari kemudian, bocah itu mengalami demam, nyeri otot, sakit kepala, gatal-gatal hebat, serta muncul sensasi rasa terbakar di kaki yang berlangsung lebih dari seminggu, sebelum sembuh dengan sendirinya.

Dokter tidak dapat mengonfirmasi bahwa lesi di kaki dipicu oleh Covid-19 karena situasi darurat yang sedang dihadapi Italia saat ini.

Namun, ada kemungkinan bocah itu tertular Virus Corona baru dari ibu dan saudara perempuannya yang dikonfirmasi Covid-19 lebih dulu, sebelum lesi di kaki muncul.

Studi kecil sebelumnya di Italia juga menunjukkan bahwa sekitar satu dari lima pasien dengan Covid-19 mengalami manifestasi kulit, seperti kulit merah dan gatal-gatal.

Podiatris atau dokter spesialis masalah kaki mengatakan, penting untuk mempertimbangkan lesi di kaki sebagai gejala potensial dari Covid-19 sebelum yang lain berkembang

Jika seseorang memiliki lesi dan tidak memiliki riwayat sengatan, luka bakar, atau trauma lainnya, dokter menyarankan untuk mengisolasi orang tersebut dalam karantina dan mengobati dengan kortikosteroid topikal–krim untuk mengobati masalah dermatitis, gatal, radang, bahkan pembengkakan.

“Lakukan konsultasi dengan profesional medis melalui jarak jauh dan kirimlah foto ke dokter. Jika mungkin, mintalah tes Covid-19. Hanya pergi ke rumah sakit jika ada keadaan darurat,” saran para pakar. (Rizki|Darma)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close