Berita

1 Kecamatan di Makassar Bebas Penularan Virus Corona, Ini Rahasianya

Compaksulawesi.com — Makassar — Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Makassar, Sulawesi Selatan, merilis data terbaru perkembangan kasus penyebaran virus corona di kota ini, Sabtu (25/4). Dari 15 kecamatan, Sangkarrang satu-satunya kecamatan yang bersih dari penularan virus corona.

Juru Bicara Penanganan COVID-19 Kota Makassar Ismail Hajiali mengatakan, sejauh ini Sangkarrang sama sekali belum memiliki satu pun catatan kasus, baik orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) hingga pasien positif virus corona.

“Dari 15 itu, satu yang belum yaitu Sangkarrang, dan mudah-mudahan tidak ada yang suspect maupun positif ke depan nya lagi,” kata Ismail dalam video konferensi pers, Sabtu (25/4).

Ismail menjelaskan, salah satu faktor yang membuat Sangkarang masih bebas dari penyebaran COVID-19 adalah karena kedisiplinan. Jajaran pemerintahan kecamatan hingga tingkat RT/RW diklaim konsisten menjaga kesehatan.

Letaknya yang berada di kawasan kepulauan, menurut Ismail, kemungkinan besar juga menjadi salah satu faktor utama, sehingga warga Sangkarrang ketat menjaga kesadaran dan mendisiplinkan diri dalam setiap aktivitas.

Sama dengan 14 kecamatan lainnya, di Sangkarrang juga telah dijaga ketat oleh petugas selama dua hari pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Makassar.

“Apa yang dilakukan pak camat dan jajarannya, serta warga di Sangkarrang itu saya kira cukup baik dalam menerapkan sterilisasi ya, sejauh ini di wilayah mereka,” kata Ismail.

Data per Sabtu, kata Ismail, jumlah kasus positif virus corona di Makassar mencapai 319 orang. Sementara, Orang Dengan Pemantauan (ODP) 874 orang dan Pasien Dengan Pengawasan (PDP) 311 orang.

Pasien positif virus corona didominasi dua kecamatan berbeda dengan jumlah yang sama. Yakni Kecamatan Tamalate 33 kasus dan Panakkukang 33 kasus. Selebihnya pasien positif virus corona tersebar di kecamatan lain.

Ismail menuturkan, faktor kesadaran akan kedisiplinan masyarakat saat ini menjadi kunci utama, agar wabah virus corona bisa ditekan. Kesadaran masyarakat dapat membantu pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus mematikan ini.

Meski berbagai metode dilakukan pemerintah, namun tanpa kesadaran dari masyarakat, kata dia, upaya itu akan sia-sia. Melalui upaya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), masyarakat diingatkan kembali agar mematuhi aturan tersebut, guna menghentikan sebaran virus corona.

Data per Sabtu (25/4), lanjut Ismail, enam kecamatan di Kota Makassar masih tetap berada dalam zona merah tingkat penyebaran virus corona, yaitu Panakkukang, Tamalate, Ujung Pandang, Rappocini, Biringkanaya, dan Manggala.

“Sebelumnya ada peningkatan drastis di kecamatan-kecamatan tersebut untuk pasien positif. Ini wilayah-wilayah yang menjadi perhatian khusus dalam PSBB ini. Pengawasannya tentu menjadi perhatian,” ujar Kepala Diskominfo Kota Makassar itu.

Kondisi tersebut, kata Ismail, membuat enam kecamatan tersebut semakin diperketat pengawasan hingga pengamanannya. Terlebih, dalam dua hari masa penerapan PSBB di Kota Makassar. Petugas lapangan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan hingga tingkat RT/RW, diinstruksikan mengawasi ketat pergerakan warganya.

Dengan begitu, upaya menghentikan laju penyebaran wabah virus corona ini bisa berjalan dengan maksimal. Warga juga tidak henti-hentinya diingatkan agar lebih disiplin dalam menjaga kesehatan dan mengikuti seluruh anjuran dalam PSBB di Makassar. (Rizki|Darma)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close