Berita

Pemkot Makassar Mulai Bahas THR, Nilainya Sekitar 60 Milyar, Ini Tanggal Pencairannya

Compaksulawesi.com — Makassar — Tunjangan Hari Raya (THR) mulai dibahas Pemerintah Kota Makassar, melalui Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD).

PLT Kepala BPKD Makassar, Rahmat Mappatoba mengatakan ada yang menarik terkait pembayaran THR, yakni adanya wacana bahwa eselon I dan II tidak mendapatkan THR pada Ramadan kali ini.

“Wacananya begitu, eselon I dan II tidak menerima THR. Ini yang beredar di Kementrian Keuangan di Jakarta, tapi secara resmi itu belum ada. Karena biasanya sebelum pencairan, akan keluar juknis mengenai pembayaran THR pegawai,” ujar Rahmat, ditemui di Posko Covid 19 Makassar, Jl Nikel, Makassar, Minggu (26/4/2020).

Menurut dia, besaran THR untuk pegawai Pemkot Makassar sama dengan satu bulan gaji.

“THR istilahnya dobel gaji bulanan,” kata Rahmat.

Adapun total anggaran untuk penggajian pegawai setiap bulannya itu sebesar Rp 62 miliar.

Karena tahun ini diwacanakan eselon I dan II tidak menerima THR, Rahmat memperkirakan bahwa anggaran yang ia gelontorkan khusus THR itu sekitar Rp 60 miliar saja.

“Mungkin sekitar Rp 60 miliar kalau THR,” ujarnya.

Sementara itu, Sekertaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Makassar Basri Rakhman mengatakan total pegawai di Pemkot Makassar sebanyak 11.382.

Mereka bertugas di 50 OPD Pemkot Makassar, termasuk kecamatan.

“Kalau wacana menteri keuangan tidak dapat THR bagini eselon I dan II, kami belum tahu itu. Karena belum ada surat resminya,” Basri menambahkan.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan menyatakan, Tunjangan Hari Raya untuk aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) akan turun atau cair paling cepat 10 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Hal itu disampaikan Staf Ahli Menkeu Bidang Pengawasan Pajak Nufransa Wira Sakti, saat dihubungi rekan media dari Kompas.com.

“Paling cepat (THR cair) 10 hari sebelum Lebaran,” kata Nufransa.

Selanjutnya, ia belum menjelaskan saat ditanya tahapan yang sudah berjalan terkait pemberian THR ASN.

Tahun ini, THR hanya diberikan kepada para ASN golongan tertentu. Artinya, tidak seluruh ASN akan mendapatkan tunjangan ini.

Besaran THR yang diberikan tahun ini juga hanya berupa gaji pokok dan tunjangan melekat. Sementara, tunjangan kinerja tak lagi dihitung.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, THR akan diberikan hanya kepada seluruh pelaksana dan eselon III ke bawah.

“Bapak Presiden sudah memutuskan THR akan dibayarkan untuk seluruh ASN, TNI, Polri yang posisinya adalah di bawah atau dalam hal ini sampai dengan eselon III ke bawah,” ujar Sri Mulyani, seperti diberitakan Kompas.com, 14 April 2020.

Selain itu, pemerintah menjamin bahwa para pensiunan juga tetap akan mendapatkan THR.

Anggaran THR telah masuk dalam daftar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. (Rizki|Darma)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close