Berita

PSBB banyak Masalah, ZAKIR SABHARA : Pemkot Harus Terbuka Soal Kendala

Compaksulawesi.com — Makassar — Masih banyak masalah yang tidak tuntas sampai hari ketiga pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Makassar. Pemkot diminta terbuka soal kendala yang dihadapi.

“Kita berharap sebenarnya pemkot ini terbuka, apa kendalanya, apa tantangannya, apa yang berat dilakukan, sehingga kerelawanan muncul dari masyarakat,” ucap Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) UMI, Zakir Sabara kepada wartawan, kemarin.

Zakir memandang masih perlu adanya perbaikan data dan keterbukaan dari Pemerintah Kota Makassar. Menurutnya, pemkot tak perlu ‘gengsi’ untuk membuka diri, tentang kekurangan dan kendala yang dihadapi terkait penanganan Covid-19 kepada masyarakat.

Koordinator Tim Relawan FTI UMI ini menilai pemkot masih malu-malu untuk terbuka dalam hal data. Terutama data sebaran warga miskin yang ada di Makassar.

Zakir menyebut keterbukaan dari pemkot akan menciptakan kerelawanan yang tinggi dari masyarakat. Tentunya hal tersebut dapat terjadi asalkan pemkot transparan.

“Misalnya contohnya saja, di jalan ini segini orang miskinnya, jadi ada orang yang siapkan aplikasinya mungkin akan ada orang yang menanggung 2 orang, 5 orang atau eh di jalan itu saya semua yang tanggung, misal,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa ‘Pak De’ ini berujar hanya kerelawanan yang dapat dijadikan peluru di tengah kesulitan yang ada di saat seperti ini

“Kerelawanan harus dibangkitkan di tengah kesulitan ini, kesulitan anggaran, kesulitan pendapatan, kesulitan orang dan kesulitan tenaga,” lanjutnya.

Terakhir, pria berdarah Bone ini menyebut tantangan yang sebenarnya adalah menghadirkan data yang valid dan jujur.

“Sebenarnya tantangannya adalah menghadirkan data yang valid yang jujur, menyiapkan aplikasi yang bisa membangkitkan kerelawanan warga, sehingga warga dapat berpartisipasi aktif sesuai dengan kemampuannya,” pungkasnya. (Rizki|Darma)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close