Pemkot Makassar

Paket Sembako Warga Terdampak Covid 19 Ditaksir Hingga Rp 31 Miliar untuk 60 Ribu KK

Compaksulawesi.com — Makassar — Pemerintah Kota Makassar tak tanggung-tanggung gelontorkan Rp 31 miliar warga Makassar yang terdampak virus Corona (Covid-19).

Anggaran Rp 31 miliar ini belum masuk pengadaan alat pelindung diri bagi para medis, melainkan khusus untuk pengadaan sembako bagi mereka yang terdampak Covid 19.

Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Mukhtar Tahir, total anggaran 31 miliar ini untuk pembelian 60 ribu paket sembako.

“Jadi sembako ini kita berikan kepada mereka yang terdampak kebijakan Covid 19, jadi bantuan ini bukan untuk warga miskin tapi mereka yang terdampak,” kata Mukhtar.

Ia menjelaskan, alasan kenapa dirinya menyebut bahwa 60 ribu paket sembako bukan untuk warga miskin ini, karena warga yang masuk dalam kelompok miskin (prasejahtera) memiliki pos anggaran yang ia terima rutin sebulan.

“Hal inilah yang sering menjadi masalah di lapangan karena beberap pihak merasa dikucilkan. Padahal sebagian besar yang berontak dilapangan ini mereka yang menerima bantuan rutin dari pemerintah,” ujar Mukhtar.

Persoalan lainnya kata dia, yakni adanya oknum yang ingin mendapatkan bantuan secara double.

Untuk membenahi data ini, Dinas Sosial lanjut Mukhtar meminta ketelitian dan profesionalisme para aparat RT RW untuk bekerjasama dengan pekerja sosial (Peksos) yang bermukim di setiap RW yang ada.

“Alhamdulillah ini hari saya sudah rampungkan data 60 ribu yang akan di berikan sembako. Artinya yang menjadi target saya untuk validasi data itu sudah konkret” katanya.

Hingga saat ini, Mukhtar juga mengklaim telah salurkan 10 ribu paket dari jumlah 60 ribu paket yang akan dibagikan ke masyarakat.

Sejak 21 April pekan lalu, Mukhtar mengaku telah salurkan paket sembako, meski itu secara bertahap.

Ia tak menampik, terjadi kegaduhan dilapangan saat penyaluran di lapangan, namun hal itu telah ia selesaikan.

Mantan Kabag Humas Pemkot Makassar ini mengatakan, persoalan yang sulit dihadapi Tim Gugus Covid dalam penyaluran bantuan sembako adalah data.
Jika soal data, tentu itu kata dia harus akurat. Pasalnya sembako ini diadakan dengan anggaran negara.

“Ini kita harus verifikasi dulu, apakah sudah tepat mereka penerima bantuan warga yang terdampak atau bukan, sehingga harus divalidasi, jangan sampai ada yang dua kali. Tolong saya sampaikan ke publik, kalau soal data warga miskin itu sudah jelas ada, tapi mereka yang terdampak itu harus didata dulu. Andai Corona ini bisa ditaksir kapan ia datang tentu ada pendataan sebelumnya,” kata Mukhtar.

Perlu diketahui, bagi warga prasejahtera, itu sudah menjadi perhatian khusus Kementrian Sosial RI.

“Makanya inilah yang membuat saya harus konsen untuk data. Bukan karena kesiapan data yang kurang, memang baru juga didata,” tambahnya.

Terkait dengan paket yang diberikan kepada warga terdampak kebijakan covid ini yakni beras, ikan kaleng (sarden), kelengkapan mandi, minyak, gula,mie instan. Anggaran per paket ditaksir Rp 500 ribu.

Di Kota Makassar, tercatat 82.326 warga miskin yang dijamin kelangsungan hidupnya oleh pemerintah.

Dari total penerima bantuan rutin ini, terbagi dalam tiga program Bantuan Sosial Tunai, Bantuan Sembako, dan Program Keluarga Harapan.

Mukhtar juga menambahkan bahwa penerima bantuan sosial yang terdampak covid ini bakal bertambah.

“Rupanya data 60 ribu ternyata masih ada yang merasa belum didata. Olehnya kita akan kembali lakukan penambahan,” katanya.

Sementara itu, PJ Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengatakan bahwa paket sembako akan menjadi perhatian Pemkot Makassar

Iqbal memastikan bahwa penyaluran dan pengadaan paket sembako ini dilakukan secara profesional.

“Ini kan diadakan oleh pihak ketiga sehingga pelaksanaan tentu akan digelar profesional,” katanya. (Rizki|Darma)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close