BeritaMakassarRilis

Dampak Corona, Anggota DPRD Provinsi, Risfayanti Muin : Perhatikan Nasib Buruh Dan Tenaga Harian Lepas.

Compaksulawesi – Makassar : Anggota Komisi E DPRD Provinsi Sulsel, Risfayanti Muin, SS mengatakan nasib buruh dan tenaga harian lepas harus diperhatikan pemerintah dalam membuat kebijakan mengantisipasi dampak penyebaran Virus Corona (COVID-19) di Indonesia.

Ia mengingatkan agar jangan sampai kegiatan perekonomian terhambat karena dampak COVID-19, sehingga memunculkan persoalan baru di masyarakat Indonesia yang masih mencari rezeki dengan mengandalkan bayaran harian.

Ia mengingatkan agar jangan sampai kegiatan perekonomian terhambat karena dampak COVID-19, sehingga memunculkan persoalan baru di masyarakat Indonesia yang masih mencari rezeki dengan mengandalkan bayaran harian.

“Jika mereka dilarang bekerja selama dua minggu saja, mungkin baru hari ke empat atau kelima, masyarakat sudah mulai jual barang atau terpaksa utang ke warung untuk membeli sembako. Kalau warungnya sudah tidak sanggup lagi memberikan pinjaman, ini dikhawatirkan akan muncul gejolak sosial dan ketidakpercayaan dari rakyat,” kata Risfa melalui keterangan yang diterima awak media dari pesan whatsappnya, di Makassar, Jumat (01/05/2020).

Kendati begitu, Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini sangat mengapresiasi langkah pemerintah yang sangat serius menangani wabah COVID-19 dengan penetapan COVID-19 sebagai pandemi dan juga sebagai bencana nasional.

Pemerintah juga dirasa sudah sigap dengan membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang dipimpin langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kepala Daerah Di Semua Kabupaten,Kota hingga Provinsi di Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan Ini.

Tapi, Risfa juga meminta pencairan dana bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahap II yang dijadwalkan cair bulan April dipercepat menjadi cair dan sesegera mungkin si distribusikan kepada warga.

“Harus cepat, nyata, tapi harus tepat dan menyentuh. Jika ada data penerima bansos PKH yang belum tepat, sebaiknya segera diperbaiki,” kata dia.

“Setiap kita mengemban tanggung jawab, memiliki hak dan kewajiban, terlepas dari besar atau kecilnya pendapatan.
Namun satu hal yang tidak bisa kita abaikan adalah bekerja dengan Hati.
Berkarya dengan Nurani.
Berjuang dalam tiap helaian nafas kita, Selamat Hari Buruh Sedunia, Majulah Buruh Indonesia.” Tutupnya.

 

Editor : Muh.Rizki

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close