BeritaMakassarPangkep

Peringatan Hari Buruh Sedunia Dan Pandemi COVID-19, Muammar Muhayang Mengajak Semua Elemen Buruh Untuk Bersinergi Dengan Pemerintah Dan Bersama Sama Melakukan Recovery Ekonomi.

compaksulawesi – Makassar : Tanggal 1 Mei ditetapkan sebagaiHari Buruh Internasional atau May Day. Menurut sejarahnya, saat itu pada 1 Mei 1886, ada sekitar 350 ribu buruh mogok massal di beberapa wilayah di Amerika Serikat (AS). Mereka diorganisir oleh Federasi Buruh Amerika. Kaum pekerja menuntut perbaikan kesejahteraan dan jam kerja 8 jam sehari. Pada saat itu, buruh dipaksa bekerja hingga 15 jam sehari.

Pada 3 Mei 1886, pemerintah mengirim sejumlah polisi untuk meredam mogok kerja di pabrik McCormick. Polisi menembaki para buruh yang melakukan aksi mogok. Empat orang tewas, puluhan luka-luka. Kalangan buruh pun marah dan mereka melakukan aksi pada 4 Mei di lapangan Haymart.

Aksi yang diikuti puluhan ribu buruh ini awalnya berjalan damai. Namun tiba-tiba sebuah bom meledak. Tidak diketahui siapa yang meledakkan bom. Seorang polisi tewas dan belasan terluka. Polisi membalas dengan menembaki para buruh.

Karena kejadian ini, pimpinan buruh dijatuhi hukuman gantung. Masyarakat marah atas hasil hasil pengadilan. Mereka mendesak pemerintah untuk membebaskan para aktivis buruh yang ditahan. Aktivis buruh pun dibebaskan. Sejak saat itulah diperingati sebagai Hari Buruh.

Follow Dan Cek Instagram Komunitas Magello Mentong Disini.

Sedangkan di Indonesia, setiap tanggal 1 Mei selalu dirayakan oleh buruh dengan melakukan unjuk rasa di berbagai kota. Kala itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan hadiah bagi para buruh. Pemerintah Indonesia menjadikan Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap 1 Mei sebagai hari libur nasional. Libur 1 Mei mulai berlaku sejak tahun 2014.

Hari buruh di tengah pandemi Corona seperti sekarang ini, Ketua APINDO Makassar, Ir Muammar Muhayang,ST,MM,IPM,ASEAN eng. meminta para buruh untuk memanfaatkan hari buruh sedunia dengan saling saling bersinergi. Hal ini tentu akan berdampak kepada semangat bagi buruh yang di PHK akibat Corona.

Ir. Muammar Muhayang, ST, MM, IPM, ASEAN eng, Ketua APINDO makassar, Saat Memberikan Keterangan Kepada Wartawan, Jumat (01/05/2020).

“kita berharap agar kita semua bersama sama pemerintah untuk melawan dan mencegah virus corona covid19 , dan setelah itu kita harus selalu berdoa kehadirat Allah SWT dan berusaha keras, bersama – sama untuk melakukan recovery ekonomi agar perekonomian bisa berputar kembali untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat termasuk seluruh buruh atau pekerja yang ada,” ungkap Muammar, Via Pesan Whatsapp Kepada compaksulawesi.com, Jum’at (01/05/2020).

Ia menambahkan dalam situasi pandemi seperti ini semua mengalami imbas perekonomian khususnya bagi mereka yang bekerja sebagai buruh atau pekerja harian.

“kuncinya terletak kepada sinergi kita semua agar kita bisa melewati wabah virus Corona ini dan membangun perekonomian kita lebih baik dari sebelumnya. Berbagai upaya dan stimulus perekonomian dari pemerintah harus kita dukung penuh” imbuhnya.

Pesan Ketua BMI Pangkep Dihari Buruh Internasional

Selaku Ketua APINDO Makassar, kami akan terus bersama sama pemerintah untuk terus menggerakkan dunia kerja, dunia usaha dan dunia industri untuk perbaikan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat atau kaum buruh di sulawesi selatan ini.

Muammar juga menjelaskan, di Sulsel ada 16 Daerah Kabupaten/Kota yang terdampak, diantaranya adalah Makassar, Gowa,Takalar,Bulukumba,Sinjai,Bone,Soppeng,Wajo,Maros,Pangkep,Luwu,Palopo,Luwu utara,Luwu Timur,Tana Toraja dan Toraja Utara.

Menurutnya, dari 16 Kabupaten/Kota yang terdampak itu sekitar 1.101 Perusahaan.

“Dari 1.101 Perusahaan itu, ada 14.462 pekerja yang terdampak baik itu dirumahkan atau di PHK, di mana total pekerja yang dirumahkan jumlahnya 13.995 orang dan yang TER-PHK 467 Orang,” Ujarnya.

Dari total 13.995 pekerja yang dirumahkan 6.186 tetap dibayarkan upahnya, “Selebihnya dirumahkan tanpa menerima upah dan menunggu panggilan bekerja kembali.”katanya.

Terkait kontribusi per kabupaten/kota, tiga besar daerah terbanyak yang mengalami dampak covid-19 yaitu, Makassar dengan 9.243 Pekerja disusul Tana Toraja 1.616 Pekerja dan Sinjai 839 Pekerja.

Sementara untuk yang ter PHK berdasarkan catatan per Kabupaten/Kota yaitu,

Makassar : 296 Pekerja
Gowa : 65 Pekerja
Palopo : 64 Pekerja
Toraja Utara : 37 Pekerja
Bulukumba : 2 Pekerja
Sinjai : 2 Pekerja
Takalar : 1 Pekerja.

“Sektor Ekonomi yang paling terdampak adalah bidang Jasa, Pariwisata, Perdagangan dan Konstruksi, Diantara Keempatnya yang paling banyak terdampak adalah di bidang Jasa dan Perhotelan, akibat pandemi Covid-19 atau Corona ini”

Muammar juga menghimbau untuk para kaum muda dipangkep harus berfikir inovatif dan kreatif melihat peluang usaha yang ada , karena disetiap perubahan yang terjadi , akan muncul peluang peluang usaha yang baru, seperti produk produk herbal , jasa online market, logistik dan masih banyak peluang yang bisa kita kembangkan diera dan pasca wabah corona virus covid19 ini.

Editor : Rizki

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close