OpiniSerba Serbi

Catatan Refleksi Hardiknas

Pendidikan Sebagai Pondasi Pembangunan Moralitas Generasi Bangsa. 

Sektor pendidikan di indonesia telah mengalami kemajuan yang cukup pesat baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya. Fasilitas baik gedung, perangkat teknologi dan SDM tenaga pengajar yang siap bersaing secara global.

Namun sejauh ini, masih banyak anak-anak kita yang tidak bersekolah padahal negara telah menjamin tiap warganya untuk mendapatkan pendidikan guna mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana yang termaktub di dalam isi pembukaan Undang undang Dasar (UUD) 1945.

Salah satu penyebabnya karena banyak dari orang tua mereka tidak mampu secara ekonomi, sehingga anak-anak yang seharusnya mengenyam pendidikan dimasa kecil menjadi korban eksploitasi orang tua guna membantu mencari nafkah demi mencukupi ekonomi keluarga.

Saya melihat permasalahan ini mesti menjadi fokus pemerintah, apalagi anggaran pendidikan 20 persen dari APBN dan diback up dengan APBD. Anak-Anak indonesia yang kurang mendapatkan perhatian itu di data dan dicarikan solusi agar termotivasj untuk bersekolah dan untuk orang tua mereka supaya diberi pemahaman akan pentingnya pendidikan serta masa depan anaknya.

Corona Berdampak Pada Sektor Pendidikan. 

Saat ini bangsa indonesia sedang berjuang agar dapat segera keluar dari zona virus corona yang mewabah diseluruh dunia. Tidak hanya berdampak terhadap perekonomian negara, akan tetapi memberi efek buruk terhadap sektor pendidikan. Hal ini dirasakan oleh semua pihak, baik wali murid, guru dan umumnya siswa sekolah. Metode belajar mengajar pun dilakukan secara online, tidak terkecuali anak-anak PAUD dituntun untuk menggunakan aplikasi teknologi yang secara usia tidak diperuntukkan. Ditambah lagi anak-anak yang tidak mampu secara ekonomi, untuk membeli perlengkapan sekolah saja mengalami kesusahan apalagi membeli HP yang bertekologi standar untuk kebutuhan belajar mengajar online. Sebagai solusi, bagi anak didik yang kurang mampu sebaiknya para guru memikirkan cara untuk tetap mendidik mereka, bisa dengan cara mengirim selebaran berupa tugas untuk sebulan ke alamat anak didik menggunakan jasa orang, atau bisa juga dengan cara mendatangi alamatnya masing-masing. Tugas dan tanggung jawab guru cukup besar apalagi dimasa sulit seperti sekarang ini. Disinilah pengabdian guru dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas murid muridnya. Wajah pendidikan bangsa indonesia bisa dilihat dari sejauh mana prospek pengabdian para guru sebagai perpanjangan tangan negara dalam bidang pendidikan, apalagi negara telah menjamin di dalam UUD 45.

Jaminan pendidikan di atur dalam UUD 45 Pasal 31 di antaranya :

1)   Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan,

Kata  setiap warga negara ditunjukkan pada seluruh lapisan masyarakat, kaya maupun miskin di Desa ataupun di Kota. Sedangkan ‘berhak mendapatkan pendidikan’ mengisyaratkan bahwa akses pendidikan harus merata sampai kepelosok daerah di Indonesia agar penyelenggaraan pendidikan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

2. Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.

Program wajib belajar 12 tahun dari tingkat Sekolah Dasar adalah konsekuensi logis dari setiap warga Negara untuk wajib mengikuti Pendidikan Dasar dan tentu sebagai penyelenggara pendidikan ‘pemerintah wajib membiayainya.

3. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.

Dari aspek hukumnya, negara melindungi hak warganya, sehingga tidak ada alasan bagi negara untuk tidak memprioritaskan pendidikan sebagai sarana membangun peradaban dan moralitas generasi bangsa.

 

Penulis : Syarifuddin Daeng Punna

Editor : Rizki

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close